Bea Cukai 'Ngide Ballpres bakal Disumbangkan Ke Sumatera, Purbaya: Lu Jangan Kasih Pernyataan Aneh-Aneh!
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi ide Bea Cukai soal mengirim ballpres (baju thrift impor ilegal) ke korban terdampak bencana Sumatera.
Di hadapan wartawan, Purbaya semprot pegawai Bea Cukai yang (dianghap) blunder memberi pernyataan itu.
Lewat pernyataan resmi beberapa waktu lalu, pihak Bea Cukai sempat blunder bikin pernyataan ada potensi akan kirim ballpres ke korban bencana di Sumatera.
"Siapa tahu saudara-saudara kita ya kan, bisa dimanfaatkan dan digunakan (seperti) di Aceh kan membutuhkan. Enggak (dijual), justru karena ditangkap supaya salah satunya tidak merusak pasar dalam negeri," ucap Nirwala usai Konferensi Pers Ekspose Kontainer ballpres di Kantor DJBC, Jakarta dikutip pada Rabu, (17/12/2025).
Menanggapi pernyataan itu, Purbaya langsung semprot Nirwala di depan wartawan, saat sesi wawancara usai peluncuran tools AI yang akan digunakan Bea Cukai, kedepannya.
“Lu jangan kasih pernyataan aneh-aneh lu. Masa ballpres mau lu kirim?” tanya Purbaya kepada pegawai Bea Cukai, Nirwala, usai acara peluncuran teknologi pemindai peti kemas berbasis AI, dikutip di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Beli baru kalau untuk disumbangkan
Emosi Purbaya mereda setelah Nirwala meluruskan pernyataan yang dia katakan sebelumnya.
“Yang baru, baju baru, Pak,” kata Nirwala menjawab pertanyaan Menkeu.
Purbaya menegaskan, lebih baik membeli barang baru daripada mengirimkan ballpress ilegal.
“Kalau saya disuruh nyumbang, saya kirim barang baru, saya kirim ke sana. Produk dalam negeri, itu (ballpres) kan ilegal,” tegasnya.
Ia memastikan hal itu tidak akan terjadi, lantaran secara formal tidak ada aturan ke situ.
“Secara formal tidak ada kebijakan ke arah sana” imbuhnya.
Purbaya puji Bea Cukai yang lakukan transformasi
Di sisi lain, pada kesempatan yang sama Purbaya memuji kinerja Bea Cukai yang kini sudah terlihat progress perbaikan kinerjanya. Bea Cukai perkenalkan percepatan AI sebagai tools baru sebagai transformasi yang bisa memudahkan lembaga dalam memerangi penyeludupan.
“AI-nya canggih loh, 2 minggu mereka bisa bikin AI yang canggih saya juga agak kaget tadi. Nanti mungkin awal tahun kita bisa lihat seperti apa AI bisa bekerja,” kata Purbaya.
“Digitalisasinya udah mulai jalan. Jadi kelihatan tuh orang kita pinter pinter, mereka nurut, mereka baik-baik kok,” tambahnya.
Dilansir dari laman Astakom.com, Purbaya menilai kompetensi dan kapasitas pegawai Bea Cukai memadai untuk terus dapat berinovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kepuasan masyarakat.
Purbaya mengatakan tujuan Bea Cukai menghadirkan alat berbasis kecerdasan buatan tersebut untuk membuat arus barang lebih aman dan efisien.
Pasalnya Bea Cukai telah memperkenalkan alat pemindai peti kemas berbasis AI, DJBC meluncurkan SSR Mobile dan Trade AI untuk perkuat perkuat pengawasan kepabeanan.
Reformasi terbaru berbasis digital dan kecerdasan buatan yang di gunakan Bea Cukai ini menjadi komitmen nyata DJBC melakukan perbaikan kinerja.(shnty/aSP)










