Respons Ancaman Menkeu Purbaya, Bea Cukai Upgrade Alat Pemindai Canggih Berbasis AI
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa tampak hadir mengawal peluncuran alat pemindai peti kemas berbasis AI oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) hari ini Selasa (16/12/2025).
Kehadiran alat deteksi pemindai isi peti kemas canggih ini, guna memastikan otentisitas isi muatan barang keluar dan masuk yang selama ini merupakan sektor pelayanan inti bea cukai. Hal tersebut mendapat pujian dari Menkeu, Purbaya.
"Kita juga mengenalkan layanan digital berbasis AI, semua bertujuan yaitu untuk arus barang lebih aman, lebih cepat lebih transparan," tegas Purbaya, di Jakarta dikutip pada Selasa (16/12/2025).Purbaya menilai kompetensi dan kapasitas pegawai Bea Cukai memadai untuk terus dapat berinovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kepuasan masyarakat.
Dalam acara peresmian pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan itu, Purbaya mengatakan tujuan Bea Cukai menghadirkan alat tersebut untuk membuat arus barang lebih aman dan efisien.
Upaya DJBC perbaiki kinerja
"Transpormasi digital di kepabeanan ini bukan pilihan, ini adalah suatu keterusan. Kita harus menjaga kepercayaan publik. Kita harus menjaga daya saing ekonomi, pemerintah harus memerangi penyeludupan," kata Purbaya.Reformasi terbaru berbasis digital dan kecerdasan buatan yang di gunakan Bea Cukai ini menjadi komitmen nyata DJBC melakukan perbaikan kinerja.
Selain alat pemindai peti kemas berbasis AI, DJBC meluncurkan SSR Mobile dan Trade AI untuk perkuat perkuat pengawasan kepabeanan.
Perkenalkan SSR-Mobile dan Trade AI
SSR-Mobile atau Self Service Report Mobile, yakni aplikasi yang dilengkapi dengan fitur geotagging, pencatatan realtime dan integrasi AI untuk memantau aktivitas pemasukan dan pengeluaran barang di lokasi fasilitas kepabeanan seperti TPB, KITE, FTZ, dan KEK.Digitalisasi ini akan memangkas birokrasi, meningkatkan kepatuhan pengguna jasa dan menutup celah terjadinya praktik kecurangan.
Selain itu, ada juga aplikasi Trade AI yang dirancang untuk meningkatkan ketepatan analisis impor serta mencegah adanya manipulasi nilai transaksi.
Percepatan AI ini digunakan untuk pendeteksian dini praktik under-invoicing dan potensi pencucian uang berbasis perdagangan yang berpotensi besar menggerus penerimaan negara.
Ancam dibubarkan DJBC jika tak berbenah
Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Purbaya sempat mengancam akan membubarkan DJBC (Lembaga dirjen Bea dan Cukai) jika tak kunjung berbenah.“Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16.000 pegawai bea cukai kita rumahkan,” ujar Purbaya usai Rapimnas Kadin Indonesia dilansir dari Astakom.com, di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Purbaya memberikan kesempatan kepada lembaga di bawah naungannya itu untuk melakukan perbaikan kinerja selama satu tahun kedepan. Harapannya, masyarakat Indonesia bisa melihat progres yang baik dari lembaga di bawah naungannya itu pada tahun depan, 2026. (shnty/ aSP)










