Respons Ancaman Menkeu Purbaya, Bea Cukai Upgrade Alat Pemindai Canggih Berbasis AI

Editor: AR Purba
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:09 WIB
Respons Ancaman Menkeu Purbaya, Bea Cukai Upgrade Alat Pemindai Canggih Berbasis AI
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat sidak di Bea Cukai Tanjung Perak, Surabaya. (Foto: TikTok/@purbayayudhis)

Reporter: Shintya 

Astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa tampak hadir mengawal peluncuran alat pemindai peti kemas berbasis AI oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) hari ini Selasa (16/12/2025).

Kehadiran alat deteksi pemindai isi peti kemas canggih ini, guna memastikan otentisitas isi muatan barang keluar dan masuk yang selama ini merupakan sektor pelayanan inti bea cukai. Hal tersebut mendapat pujian dari Menkeu, Purbaya.

Purbaya menilai kompetensi dan kapasitas pegawai Bea Cukai memadai untuk terus dapat berinovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kepuasan masyarakat.

Dalam acara peresmian pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan itu, Purbaya mengatakan tujuan Bea Cukai menghadirkan alat tersebut untuk membuat arus barang lebih aman dan efisien.

"Kita juga mengenalkan layanan digital berbasis AI, semua bertujuan yaitu untuk arus barang lebih aman, lebih cepat lebih transparan," tegas Purbaya, di Jakarta dikutip pada Selasa (16/12/2025).

Upaya DJBC perbaiki kinerja

"Transpormasi digital di kepabeanan ini bukan pilihan, ini adalah suatu keterusan. Kita harus menjaga kepercayaan publik. Kita harus menjaga daya saing ekonomi, pemerintah harus memerangi penyeludupan," kata Purbaya.

Reformasi terbaru berbasis digital dan kecerdasan buatan yang di gunakan Bea Cukai ini menjadi komitmen nyata DJBC melakukan perbaikan kinerja.

Selain alat pemindai peti kemas berbasis AI, DJBC meluncurkan SSR Mobile dan Trade AI untuk perkuat perkuat pengawasan kepabeanan.

Perkenalkan SSR-Mobile dan Trade AI

SSR-Mobile atau Self Service Report Mobile, yakni aplikasi yang dilengkapi dengan fitur geotagging, pencatatan realtime dan integrasi AI untuk memantau aktivitas pemasukan dan pengeluaran barang di lokasi fasilitas kepabeanan seperti TPB, KITE, FTZ, dan KEK.

Digitalisasi ini akan memangkas birokrasi, meningkatkan kepatuhan pengguna jasa dan menutup celah terjadinya praktik kecurangan.

Selain itu, ada juga aplikasi Trade AI yang dirancang untuk meningkatkan ketepatan analisis impor serta mencegah adanya manipulasi nilai transaksi.

Percepatan AI ini digunakan untuk pendeteksian dini praktik under-invoicing dan potensi pencucian uang berbasis perdagangan yang berpotensi besar menggerus penerimaan negara.

Ancam dibubarkan DJBC jika tak berbenah
Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Purbaya sempat mengancam akan membubarkan DJBC (Lembaga dirjen Bea dan Cukai) jika tak kunjung berbenah.

“Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16.000 pegawai bea cukai kita rumahkan,” ujar Purbaya usai Rapimnas Kadin Indonesia dilansir dari Astakom.com, di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Purbaya memberikan kesempatan kepada lembaga di bawah naungannya itu untuk melakukan perbaikan kinerja selama satu tahun kedepan. Harapannya, masyarakat Indonesia bisa melihat progres yang baik dari lembaga di bawah naungannya itu pada tahun depan, 2026. (shnty/ aSP)

Gen Z Takeaway
Bea Cukai gaspol pake AI buat bikin arus barang lebih aman, sat-set dan transparan. Menkeu Purbaya tegaskan digitalisasiitu sebuah keharusan demi trust publik dan daya saing ekonomi. SSR-Mobile dan Trade AI jadi bukti reformasi yang fokus ke efisiensi dan akuntabilitas. Singkatnya ini upgrade sistem bukan sekadar pencitraan.
 

alat pemindai bea cukai alat pemindai peti kemas Bea dan Cukai DJBC ekonomi kemenkeu Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB