Waduh, Prabowo Spill Ada Kekuatan Asing yang Nggak Suka Indonesia Makin Kuat!
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo ungkap ada pihak dengan kekuatan asing yang sejak lama tidak menyukai Indonesia semakin berkembang dan kuat, khususnya dalam penanganan bencana alam di wilayah Sumatera.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, yang digelar di Istana Negara, Senin (15/12/2025).
“Justru disaat ini ada kecenderungan segelintir, terutama yang punya motivasi politik terus terang saja melihat ada pihak-pihak kekuatan luar yang dari dulu selalu saya tidak mengerti, tidak suka sama Indonesia, tidak suka Indonesia kuat, Indonesia mantap gitu,” ujar Presiden Prabowo, dalam pidato pembuka Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12/2025).
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pihak-pihak yang dimaksud hanya menyebarkan kebohongan dan ketidakbenaran terhadap pemerintah, dalam penanganan bencana alam.
“Di tengah bencana mereka yang ditonjolkan adalah kebohongan, ketidakbenaran, dikatakan pemerintah tidak hadir,” ujar Presiden Prabowo.
“Sekarang lihat, pemerintah Indonesia ini kuat, TNI kuat, Polri kuat, BNPB kuat, Basarnas kuat, mampu kita kerahkan helikopter dalam waktu singkat, belasan pesawat terbang, ada tempat2 BBM diantar dengan pesawat terbang, ini hanya bisa oleh negara yang kuat,” imbuh Presiden Prabowo.
Prabowo instruksikan penertiban izin usaha perusahaan hutan
Ketegasan Presiden Prabowo juga diperkuat dengan tindakan memerintahkan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni pada saat rapat terbatas (ratas) di Hambalang, Minggu (14/12/2025).
Melansir redaksi astakom.com, Presiden Prabowo meminta Menhut mengambil langkah tegas penertiban kegiatan usaha sejumlah perusahaan pemanfaatan hutan yang perparah bencana di Sumatera.
Atas instruksi Presiden Prabowo, Raja Juli tegas akan mencabut 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan luas sebesar 1 juta hektare lebih.
“Jadi secara resmi hari ini saya umumkan kepada publik atas arahan Pak Presiden saya akan mencabut 22 PBPH perizinan berusaha pemanfaatan hutan yang luasnya sebesar 1.012.016 hektare,” kata Raja Juli, dalam konferensi pers, Senin (15/12/2025).











