Pekan ke 2 Jelang Pergantian Tahun IHSG Terjun Bebas, Pasar Saham Indonesia Ikut Bergejolak

Editor: Azmi Sulthon
Jumat, 12 Desember 2025 | 17:07 WIB
Pekan ke 2 Jelang Pergantian Tahun IHSG Terjun Bebas, Pasar Saham Indonesia Ikut Bergejolak
ilustrasi pergerakan saham. (Pixabay)

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Pasar saham Indonesia ikutan goyah akibat IHSG turun selama beberapa hari. Terutama acuannya hari ini dan kemarin. IHSG hari in, berkisar di 8.620 lebih rendah 80,44 sebanding dengan (0,92%). Hanya tiga sektor yang masih bertengger di zona hijau.

Melansir dari laman TradingView, Jumat (12/12/2025) pukul: 09.00 WIB sektor yang bisa diandalkan untuk tetap dalam posisi stabil yakni: Konsumer, Perindustrian dan Energi. Ketiga sektor ini masih kuasai minim resiko pergerakan pasar.

Sektor konsumer pagi ini dibuka dengan angka 1.168,88 dengan pertambahan 4,59 atau setara dengan (0,39%). Sektor perindustrian start di angka 2.032,24 meningkat dari sebelumnya sebanyak 10,04 (0,50%).

Energi juga mengalami pergerakan grafik ke atas, dengan posisi di 4.375,28 bertambah sebanyak 67,71 atau (1,57%). Sejauh ini sektor energi bisa jadi choice yang tepat bagi kamu yang akan berinvestasi. Karena sektor ini mengalami kenaikan paling tinggi dibanding dua sektor di atas.

Daftar sektor saham yang anjlok

Infrastruktur menjadi sektor paling lemah dan merugi per hari ini. Dibuka dengan angka -2.621,31, turun sebanyak -111,64 atau (-4,08%). Meski begitu, tidak menutup kemungkinan sektor ini akan berangsur membaik sebelum penutupan pasar saham malam nanti.

Diikuti dengan sektor Non Konsumer dibuka di angka 7.82,50 minus 18,75 atau (2,34%). Transportasi juga kena imbas dari pasar saham yang didominasi dengan down grade. Sektor ini dibuka dengan angka 1.970,81, berkurang sebesar 34,82 (1,74%).

Teknologi yang terus berinovasi juga mengalami kemunduran di market saham. Dibuka dengan nilai 10.631,72 terpotong 169,19 dari harga sebelumnya setara dengan (1,57%).

Sektor yang biasanya kuat, kini menyerah

Property anjlok sebesar (1,53%) atau di angka 1.190,92 berkurang 18,54. Bahan baku yang biasanya stabil ikut berada di zona merah, yakni 1.958,92 berkurang 16,92 sama dengan (0,86%).

Finansial berada di angka 1.511,03 minus 11,36 atau (0,75%). Sektor kesehatan berkurang tidak terlalu mengkhawatirkan, yakni minus (0,53%) atau setara dengan berkurang 10,87 kini berada di angka 2.028,15.

Faktor penuruan harga saham
Sejauh ini, faktor yang membuat sektor-sektor didominasi penurunan nilai saham, dipengaruhi oleh sentimen global mengenai kebijakan suku bunga Amerika Serikat (The Fed).

Ditambah lagi dengan aksi ambil untung (profit taking) investor setelah kenaikan signifikan di beberap sektor sebelumnya.

Faktor geopolitik juga mempengaruhi pasar saham, sehingga para investor tidak mau mengambil resiko jika merugi di kemudian hari. (shnty/ aSP)

Gen Z Takeaway
IHSG lagi labil banget, turun hampir 1% dan bikin banyak sektor merah, sementara konsumer, industri, dan energi masih jadi “safe zone” pagi ini. Penurunan ini dipicu sentimen The Fed, profit taking, dan geopolitik yang bikin investor milih langkah aman dulu sambil nunggu kondisi global lebih stabil.

Bursa Saham Indonesia Harga Saham Indeks Harga Saham Gabungan Pasar Global Saham sektor ekonomi sektor energi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB