Perdagangan Indonesia-Rusia Meningkat 17% dalam 1 Dekade Terakhir, Jadi Capaian Prabowo '3 kali Ngopi' dengan Mr. Putin nih!

Editor: AR Purba
Kamis, 11 Desember 2025 | 11:26 WIB
Perdagangan Indonesia-Rusia Meningkat 17% dalam 1 Dekade Terakhir, Jadi Capaian Prabowo '3 kali Ngopi' dengan Mr. Putin nih!
Neraca Perdagangan Indonesia-Rusia Meningkat 17% dalam 1 Dekade Terakhir (11/12/2025/ Tim Media Presiden)

astakom.com, Moskow— Untuk kesekian kalianya, dalam kurun waktu sejak terpilih menjadi Presiden. Prabowo Subianto tercatat sudah 3 kali mengunjungi Rusia dan bertemu Vladimir Putin. Hal tersebut tidak hanya menjadi atensi bagi publik dalam negeri, tapi intensitas pertemuan Prabowo-Putin ini juga menarik pantauan dunia global.

Artinya, ini kali ke-3 pertemuan bilateral dua pemimpin kawasan negara besar Indonesia dan Rusia.

Lantas apa yang dicapai?

Terpantau media setempat juga memberikan atensi tinggi pada petemuan 2 pemipin ahli di bidang Miliiter ini. Seperti di konfirmasi situs Kremlin, mereka menyebut pertemuan Prabowo-Putin adalah pertemuan penting. Diksi yang digunakan pun bukan pertemuan 'tingkat tinggi (High Level), melainkan 'Top Level Meeting'.

Pada situs Kremlin tersebut, menyebut bahwa Presiden Prabowo melakukan kujungan kerja ke ibu kota Rusia tersebut, Rabu (10/12/2025) untuk mengadakan pembicaraan bilateral tingkat tinggi bersama Vladimir Putin.

“Pada tanggal 10 Desember, Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang akan berada di Moskow dalam kunjungan kerja,” yang tertulis dalam situs Kremlin.

Era Prabowo-Putin: Perdagangan Rusia-Indonesia makin Meningkat!

Dalam kesenmpatan tersebut, keduanya selain membahas kemitraan sektor optimalisasi energi nuklir. Prabwo-Putin juga membahas seputar penguatan perdagangan antar Indonesia-Rusia yang kini semakin stabil dan meningkat pesat.

Sejak beberapa dekade sebelumnya, kerjasama perdagangan kedua negara memang tercatat minus. Jadi wajar jika, sektor ekonomi pada sub perdaganagan ini memang menjadi titik tekan Presiden Prabowo dalam kunjungan tersebut.

“Terima kasih karena hubungan antara Indonesia dan Russia sebetulnya bagi kami ada di tingkat yang sangat baik,” tutur Prabowo ke Putin di Istana Kremlin, Moskow, Russia, Rabu (10/12/2025).

Selaras dengan itu, dikesempatan pertemuan tersebut, Vladimir Putin juga menjabarkan bahwa adanya peningkatan hubungan kerja sama ekonomi khususnya di perdagangan antar kedua negara. "Dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir di tahun 2025, ada kenaikan 17% pada hubungan perdaganagan (Indonesia- Rusia)" ujar Putin, memlalui penerjemahnya di Moscow kemarin (10/12/2025).

Tumbuh 17%

“Hubungan kita berkembang dengan sangat stabil. Tahun ini, kita merayakan 75 tahun pembentukan hubungan diplomatik. Komisi antarpemerintah bekerja secara aktif di kedua belah pihak. Hubungan perdagangan dan ekonomi berkembang dengan kecepatan yang baik. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, terdapat peningkatan sebesar 17%,” Lanjut Putin.

Prabowo pun mengakui bahwa dalam beberapa bulan terakhir di Jakarta, Indonesia juga telah menerima sejumlah tokoh-tokoh Russia baik dari tokoh pemerintah hingga pengusaha.

Mereka menyatakan dukungannya terhadap hubungan kerja sama antar kedua negara yang kian produktif.

“Dalam beberapa bulan ini saya terima di jakarta delegasi dari tokoh tokoh russia baik pemerintah maupun tokoh tokoh pengusaha pengusaha di jakarta dan pembicaraan-pembicaraan kami sangat produktif,” kata Prabowo.

Semakin dalam hubungan Indonesia-Rusia: Bidik kemitraan Pertahanan dan Pertanian
Moskow — Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan komitmen memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu terungkap dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kremlin, Moskow, Rabu (10/12/2025).

Putin secara terbuka menawarkan berbagai peluang kerja sama, mulai dari pertahanan, energi, hingga sektor pertanian. Putin mengungkap prospek kerja sama kedua negara sangat luas di bidang pertanian dan pertahanan.

"Kami juga memiliki banyak proyek menarik dalam bidang kerja sama industri serta di sektor pertanian. Bahkan, dalam hubungan pertanian kita, terdapat surplus tertentu yang menguntungkan Indonesia," kata Putin.

Putin menegaskan bahwa surplus tersebut bukan masalah bagi Rusia. Sebaliknya, Rusia siap mencari cara untuk memperluas hubungan dagang, terutama di sektor pangan dan komoditas pokok.

"Kami tidak mengeluh, dan kami siap mencari cara untuk mengembangkan hubungan ini lebih jauh. Saya kira pasokan gandum ke pasar Anda sedikit menurun, tetapi itu juga merupakan salah satu topik yang dapat kita bahas hari ini," terangnya.

Di bidang pertahanan, Putin menegaskan hubungan kedua negara selama ini sangat erat. Indonesia, katanya, adalah mitra tradisional Rusia di sektor kerjasama teknis-militer.

"Kita secara tradisional memiliki hubungan yang sangat kuat dalam bidang kerja sama teknis-militer. Indonesia adalah mitra tradisional kami di bidang ini," paparnya.

Ia menambahkan bahwa hubungan kementerian pertahanan kedua negara berkembang dengan baik, didukung pertukaran pendidikan dan pelatihan bagi para perwira Indonesia di berbagai lembaga militer Rusia.

"Hubungan antara kementerian pertahanan kita berkembang dengan baik pada tingkat kerja sama profesional. Para spesialis Indonesia secara rutin mengikuti pendidikan di universitas kami, termasuk universitas militer, dan kami siap memperluas kerja sama ini," ungkapnya.

Rencana BRICS dalam visi Zona Pedagangan bebas
Putin kemudian menyambut status baru Indonesia sebagai anggota penuh BRICS. Ia menyebut langkah ini sebagai perubahan geopolitik penting bagi tatanan ekonomi global.

"Kami sangat gembira bahwa Indonesia telah menjadi anggota penuh BRICS, dan saat ini sedang berlangsung perundingan dengan Uni Ekonomi Eurasia untuk pembentukan zona perdagangan bebas," pungkasnya.

Tidak lupa, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kesempatan pertemuan tersebut juga menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir yang menimpa masyarakat Indonesia di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Gen Z Takeaway Prabowo dan Putin ketemuan lagi di Moskow buat ngobrolin kerja sama strategis Indonesia–Rusia yang makin “ngangkat,” mulai dari perdagangan yang naik 17%, proyek energi dan nuklir, sampai peluang besar di pertanian dan pertahanan. Putin juga bilang Indonesia sekarang makin diperhitungkan di level global, apalagi sudah resmi gabung BRICS. Selain ngebahas gandum, militer, dan peluang investasi, Putin juga sempat kasih belasungkawa atas musibah banjir di Sumatera. Overall, vibes-nya: hubungan RI–Rusia makin akrab dan serius ke arah kerja sama jangka panjang.

Diplomasi Prabowo Ekspor Impor Hubungan Indonesia-Rusia Kerja Sama Indonesia-Rusia Perdagangan Perdagangan Indoensia-Rusia Prabowo-Putin Presiden Prabowo Rusia vladimir putin

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB