NATO Akan Beli Senjata AS Senilai €4,3 Miliar untuk Pasokan Senjata ke Ukraina

Editor: Alfian Tegar
Kamis, 4 Desember 2025 | 18:21 WIB
NATO Akan Beli Senjata AS Senilai €4,3 Miliar untuk Pasokan Senjata ke Ukraina
Ilustrasi, Kiri Presiden Vladimir Putin, Tengah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Kanan Presiden Ukraina Zelensky. [astakom]

Reprter: Nadiah astakom.com, Brussels – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menunjukkan komitmen kuat mereka untuk memastikan pasokan senjata terus mengalir ke Kyiv. Mark Rutte, menyatakan keyakinannya pada Rabu (3/12/2025) bahwa negara-negara sekutu akan mengalokasikan dana mencapai $5 miliar (sekitar €4,3 miliar) hingga akhir tahun ini. Dana ini digunakan khusus untuk membeli peralatan militer buatan Amerika Serikat (AS), menyusul langkah Washington yang secara drastis mengurangi sumbangan militer langsung ke Ukraina. Langkah ini dilakukan melalui inisiatif Prioritized Ukraine Requirements List (PURL), sebuah program yang dikoordinasikan NATO untuk membeli peralatan yang dibutuhkan Ukraina dari stok AS. Setelah Pemerintahan Trump mengumumkan akan mengurangi pengiriman peralatan mematikan dan non-mematikan ke negara yang dilanda perang tersebut.

PURL, Solusi Pembelian Senjata AS oleh Sekutu

Program PURL menjadi solusi yang didesak oleh AS agar negara-negara Eropa membeli peralatan sendiri dan menyerahkannya kepada Ukraina. Lebih dari 20 sekutu telah berkomitmen dalam program ini. Rutte mengungkapkan, putaran komitmen ini membawa total dana yang dijanjikan pada jalur mencapai $5 miliar untuk setahun penuh. Komitmen baru minggu ini datang dari Kanada (€171 juta), Belanda (€214 juta), serta Norwegia, Polandia, dan Jerman, yang total menjanjikan €429 juta. Partisipasi Global: Bahkan, negara-negara non-anggota aliansi seperti Australia dan Selandia Baru juga telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam program pembelian senjata AS ini. Rutte menyebut, lima bulan setelah diluncurkan, daftar sekutu yang berpartisipasi terus bertambah, dan saat ini "hanya segelintir negara" yang belum membuat komitmen melalui PURL.

Frustrasi dan Pembagian Beban di Antara Anggota NATO

Meskipun komitmen dana terus bertambah, muncul rasa frustrasi di antara beberapa negara peserta NATO. Menteri Luar Negeri Lithuania, Kęstutis Budrys, menyerukan agar pembagian beban dukungan militer dilakukan lebih merata. "Kita tidak bisa melanjutkan seperti yang kita lakukan sekarang, dengan bertumpu pada negara-negara Skandinavia dan Baltik, Jerman, Polandia, dan beberapa negara lainnya," tegas Budrys setibanya di pertemuan para menteri luar negeri NATO di Brussels. Negara-negara seperti Italia dan Prancis diketahui lebih memilih untuk menyediakan peralatan militer yang diproduksi di Eropa, alih-alih melalui skema pembelian senjata AS yang dikoordinasikan PURL.

Proyeksi Kebutuhan Dana Ukraina Hingga 2026

Ukraina diperkirakan membutuhkan setidaknya €83 miliar untuk membiayai kebutuhan militernya selama dua tahun ke depan. Eropa, yang selama ini menjadi donor terbesar, diperkirakan harus menanggung sebagian besar beban keuangan ini. Rutte memperkirakan, kewajiban pembelian melalui PURL akan terus mencapai $1 miliar per bulan hingga akhir tahun 2026. "Tahun depan kita butuh banyak uang lagi untuk setahun penuh," kata Rutte, memproyeksikan total komitmen tahunan bisa mencapai sekitar $15 miliar atau bahkan lebih. (naD/ aSP) Gen Z Takeaway Karena AS (Pemerintahan Trump) mulai ngirit kirim senjata, NATO dan sekutunya (Kanada, Jerman, Belanda, dll.) sekarang harus patungan $5 Miliar (€4,3 Miliar) buat beli senjata AS sendiri lewat program PURL untuk dikirim ke Ukraina.  Mark Rutte (Sekjen NATO) bilang ini penting biar pasokan senjata tetap sat set ke Kyiv, dan diproyeksikan tahun 2026 bakal butuh sekitar $15 Miliar lagi! Tapi, ada drama dikit nih, negara Baltik (kayak Lithuania) ngeluh pembagian bebannya gak adil, sementara Prancis dan Italia ogah beli senjata AS dan milih produk Eropa.   

Konflik Nato- Rusia Nato Pasokan Senjata Perang Rusia-Ukraina Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte Senjata AS

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB