Bencana Akhir Tahun Akibatkan Harga Bumbu Pangan Naik dan Harga Telur Meroket hingga Rp130.000
Reporter: Shintya
astakom.com, Jakarta- Bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera menyebabkan harga kebutuhan pokok meroket. Di beberapa wilayah sejumlah komoditas naik hingga empat kali lipat.
Lonjakan harga bahan makanan ini dipicu oleh terputusnya pasokan dari petani. Kelangkaan pasokan ini membuat harga pangan terus merangkak naik.
Pantauan harga dari BI
Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia, di Kota Langsa, Aceh, harga sayuran naik drastis. Harga bawang merah yang semula dibanderol dengan harga Rp 38.000 naik menjadi Rp100.000 per kg.Harga cabai merah dan telur turut alami kenaikan. Cabai merah melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp220.000 per kg.
Harga telur yang normalnya dijual dengan harga dari Rp 48.000 naik menjadi Rp130.000 per papan. Hal ini menunjukkan harga telur naik hampir tiga kali lipat.
Sementara ini, per tanggal 4 Desember 2025, harga beras, gula, dan daging sapi masih stabil.
Variasi Harga Pangan
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, harga cabai yang sempat menyentuh Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per kg kini turun menjadi Rp 82.500 per kg.Penurunan harga terjadi setelah pasokan dari petani cabai mulai kembali masuk ke pasar.
Komoditas bawang dan cabai harga naik
Lain halnya dengan harga bawang merah. Di pasar justru naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 45.500 per Kg. Komoditas lain seperti cabai rawit, cabai merah keriting dan bawang putih ikut naik.Di pasar Muaro, Jambi harga cabai merah naik hingga Rp 120.000 per kg. Pengaruh pensuplaian cabai yang biasanya 100 kg kini hanya masuk 30 kg per membuat harga-harga melesat.
Bahkan, cabai merah keriting alami kenaikan harga hingga 37 persen, menjadi Rp 70.850 per kg. Diikuti oleh harga cabai rawit hijau yang berada di angka Rp 53.500 per kg, atau setara dengan kenaikan 21,87 persen. (shinty/aSP)









