astakom.com, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap gembong narkoba Indonesia yang juga merupakan buronan internasional, Dewi Astutik (PA), di Kamboja pada dua hari yang lalu.
Intelijen Indonesia berhasil melacak target, Dewi Astutik, di Phnom Penh melalui operasi lintas negara.
Diketahui sebelumnya pengejaran ini merupakan kelanjutan pengungkapan penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun ke Indonesia pada Mei 2025 lalu.
“Penangkapan dua ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika,” ujar Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Kemarin (2/12/2025).
PA Rekruter Kurir Narkoba
Suyudi mengatakan Dewi Astutik tercatat sebagai rekruter jaringan perdagangan narkotika Asia–Afrika dan menjadi DPO Korea Selatan.
“Dewi Astutik merupakan rekruter dari jaringan perdagangan narkotika Asia-Afrika, dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” katanya.
Ia juga terseret sejumlah kasus besar pada 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.
Jaringan ini diketahui aktif mendistribusikan berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, ke wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara.
“DPO yang dimaksud ini diduga merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia,” ujar Suyudi.
Kronologi Penangkapan PA
Operasi penindakan dimulai pada 17 November 2025 setelah Kedeputian Berantas, Kedeputian Hukum, dan Kerja Sama BNN menerima informasi intelijen mengenai keberadaan target di Phnom Penh.
Tim BNN tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025 dan langsung melakukan koordinasi bersama Kepolisian Kamboja, BAIS perwakilan Kamboja, Interpol Polri, KBRI, serta otoritas terkait lainnya.
Pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 13.39 waktu setempat, tim gabungan mendeteksi Dewi Astutik di lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Ia berada dalam mobil Toyota Prius warna putih.
Begitu kendaraan berhenti, tim yang sudah bersiaga langsung mengepung area dan mengamankan Dewi Astutik bersama seorang laki-laki. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah target melarikan diri maupun menghancurkan barang bukti.
“Pada saat di TKP penangkapan, tim BNN Republik Indonesia langsung melakukan verifikasi dan klarifikasi fisik untuk memastikan bahwa orang yang diamankan adalah benar DPO dimaksud,” ungkap Suyudi.
Verifikasi dilakukan melalui pencocokan ciri fisik, identitas pendukung, serta data intelijen yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Setelah identitasnya dipastikan cocok, target langsung dibawa untuk proses hukum lebih lanjut.
Selanjutnya, BNN akan menjalankan pemeriksaan intensif terhadap Dewi Astutik untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi di sejumlah negara.
Gen Z Takeaway
Penangkapan buronan narkoba internasional Dewi Astutik oleh BNN di Phnom Penh jadi bukti bahwa kejahatan lintas negara bisa dilawan lewat kerja intelijen dan kolaborasi global. Sosok ini diduga aktor utama penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun yang berpotensi merusak jutaan jiwa, jadi penangkapannya bukan cuma soal hukum, tapi juga soal menyelamatkan masa depan banyak orang.

