Isu Ekonomi Global dan Kemakmuran akan Jadi Pembahasan di KTT G20 Amerika Serikat
Reporter: Shintiya
astakom.com, Jakarta – Konferensi Tingkat Tinggi G20 akan dihelat tahun depan (2026) di Amerika Serikat (AS). Sebagai tuan rumah, Amerika Serikat (AS) akan berfokus pada pembahasan isu pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatannya memimpin kelompok negara, Presiden Donald Trump akan mengembalikan fokus G20 ke misi utamanya, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran.
Pemegang Presidensi KTT G20 itu akan memprioritaskan tiga tema utama. Tema pertama membahas tentang memajukan kemakmuran ekonomi dengan mengurangi hambatan regulasi.
Tema kedua membahas bagaimana membuka rantai pasok energi yang terjangkau dan aman. Tema selanjutnya akan menguliti seputar memelopori teknologi dan inovasi baru.
Digelar Bersamaan Dengan Peringatan Kemerdekaan Miami
Dilansir dari keterangan pers Departemen Luar Negeri AS, perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi ini akan digelar bersamaan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Miami, Florida.
Dalam website resmi G20, mereka telah siap menyambut perhelatan ini dengan menampilkan foto Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pihak G20 juga menambahkan kalimat powerful yakni “The Best Is Yet to Come” (yang terbaik segera datang).
AS Sempat Bersitegang dengan Tuan rumah G20 sebelumnya
Peralihan kepemimpinan G20 dari Afrika Selatan ke AS sempat diwarnai gesekan. Lantaran Donald Trump mangkir dan memboikot pelaksanaan KTT G20 di Johannesburg dengan alasan pelanggaran HAM terhadap warga kulit putih di negara Afrika itu.Tidak hanya itu, Trump juga mengkritik keputusan Afrika Selatan yang enggan menyerahkan Presidensi G20 secara simbolis kepada seorang diplomat senior AS. Imbasnya, Trump enggan mengundang Afrika Selatan untuk hadir di KTT G20 di negaranya.
Konferensi Tingkat Tinggi G20
G20 adalah forum kerja sama ekonomi internasional yang dibentuk pada 1999. Konferensi ini merupakan respons atas krisis keuangan global pada tahun 1997–1999.Anggota kelompok itu kini beranggotakan 19 negara, termasuk Indonesia, dan dua organisasi regional (Uni Eropa dan Uni Afrika). Konferensi digelar setiap tahun di negara yang berbeda. (Shnty/aSP)
GenZ Takeaway
KTT G20 2026 di AS bakal jadi panggung besar untuk mengembalikan fokus G20 ke isu yang benar-benar krusial: pertumbuhan ekonomi, energi yang aman dan terjangkau, serta inovasi teknologi. Meski dibayangi drama diplomatik dengan Afrika Selatan, AS tetap memanfaatkan momentum ini. Apalagi bertepatan dengan 250 tahun peringatan Miami untuk menunjukkan kepemimpinannya dalam membentuk arah ekonomi global. Intinya, G20 tahun depan bukan sekadar seremoni, tapi momen strategis buat menguatkan kolaborasi negara besar di tengah dinamika geopolitik yang makin kompleks.Diperbarui 17.00 WIB (02/12/2025)









