Perlu Terus Mendorong Tren Penguatan Ekspor dan Wisata Arab Saudi–Indonesia

Editor: Odan
Senin, 1 Desember 2025 | 17:34 WIB
Perlu Terus Mendorong Tren Penguatan Ekspor dan Wisata Arab Saudi–Indonesia

astakom.com, Jeddah - Di tengah peluang yang terus meluas, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, memanfaatkan rangkaian kunjungan ke Islamic Development Bank (IsDB) di Jeddah dengan menggelar pertemuan khusus bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Jeddah, Yusron B. Ambary, pada (30/11).

Pertemuan tersebut menjadi wadah pembahasan kebijakan serta sinkronisasi program diplomasi ekonomi antara pemerintah pusat dan perwakilan RI di Arab Saudi.

Konjen RI Jeddah memaparkan perkembangan terbaru mengenai kinerja KJRI selama periode 2024–2025. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencatat kenaikan signifikan, terutama dipicu oleh permintaan tinggi terhadap produk makanan olahan dan bumbu masakan yang dipasok bagi layanan katering jemaah Haji dan Umrah.

Menurut KJRI, sektor ini masih menyimpan peluang besar untuk memperluas pasar, seiring meningkatnya kebutuhan logistik bagi jemaah Indonesia maupun mancanegara.

Untuk memaksimalkan momentum tersebut, KJRI aktif menggelar business matching dengan melibatkan kementerian, lembaga terkait, dan pelaku usaha dari kedua negara.

Langkah ini terbukti memperkuat jejaring perdagangan, meningkatkan eksposur produk Indonesia, serta membuka ruang promosi pariwisata Indonesia yang lebih strategis kepada masyarakat Arab Saudi.

Selain perdagangan, sektor pariwisata juga menjadi sorotan. Wisatawan Arab Saudi dikenal memiliki minat tinggi terhadap berbagai destinasi unggulan di Indonesia. Namun, persaingan dengan negara-negara ASEAN lain menuntut strategi promosi yang lebih agresif dan terarah.

Indonesia perlu menyesuaikan ekosistem pariwisata agar lebih relevan dengan preferensi wisatawan Timur Tengah, terutama dalam aspek kenyamanan, layanan keluarga, dan fasilitas ramah Muslim.

Dari sisi investasi, Konjen RI menekankan perlunya peningkatan foreign direct investment (FDI) dari perusahaan Arab Saudi ke Indonesia, yang saat ini masih terbilang terbatas.

Kerja sama dengan IsDB dipandang dapat membuka jalan bagi investasi berskala besar, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis ekonomi dan keuangan syariah. KEK dinilai memiliki potensi besar untuk membangun industri pengolahan barang yang ditujukan bagi pasar Arab Saudi.

Tidak hanya ekonomi, perlindungan warga negara juga menjadi agenda utama. KJRI Jeddah memastikan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai prioritas, mengingat nilai remitansi PMI dari Arab Saudi diperkirakan menembus lebih dari Rp41 triliun pada 2025.

Pendampingan hukum, edukasi, dan advokasi terus dilakukan bagi komunitas Indonesia. Selain itu, KJRI turut mendorong akses pendidikan melalui sosialisasi beasiswa bagi pelajar Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), termasuk program ADEM dan ADIK untuk siswa SMP dan SMA.

Dalam pertemuan ini, Sesmenko Susiwijono turut didampingi Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi, Evita Manthovani, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Ferry Ardiyanto.

GenZ TakeAway Jujur, ini tuh salah satu contoh nyata gimana diplomasi ekonomi nggak cuma ngomong doang, tapi langsung nyambung ke hal-hal yang real: ekspor naik, produk UMKM kepake di catering Haji–Umrah, dan pariwisata yang sebenernya tinggal “didorong dikit lagi” biar makin kelihatan di pasar Timur Tengah.

Dari kacamata Gen Z, vibes-nya jelas:
Indonesia punya peluang besar, tinggal gimana eksekusinya makin lincah, strategi promosinya makin relate, dan ekosistem wisata mulai dari layanan sampai branding harus lebih on point.

Plus, isu perlindungan PMI juga penting banget. Nggak cuma soal remitansi yang gede, tapi juga tentang memastikan diaspora Indonesia aman dan punya akses pendidikan serta pendampingan yang proper.

Pokoknya, kalau semua ini dijalankan konsisten, Indonesia bukan cuma jadi tempat wisata favorit warga Saudi tapi juga jadi partner ekonomi yang makin diperhitungkan di kawasan.

Islamic Development Bank (IsDB) Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Jeddah Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso Yusron B. Ambary

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB