Pemerintah Berencana Libatkan IsDB Kolaborasi Pembiayaan Proyek Strategis
astakom.com, Jeddah- Seperti diketahui, Indonesia negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia sangat berpotensi menjadi market area dan membangun business partnership bagi transaksi di sektor ekonomi- keuangan, khususnya bisnis halal.
Terkait hal tersebut, pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional dalam memperluas potensi ekonomi berbasis nilai tambah hal
Diantaranya, pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi ekonomi melalui kerja sama di berbagai forum global, salah satunya dengan Islamic Development Bank (IsDB).
Upaya ini kembali ditekankan dalam pertemuan bilateral antara Delegasi Indonesia dan Sherpa IsDB untuk G20, Dr. Issa Faye, di Kantor Pusat IsDB, Jeddah, pada (30/11).
Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan komitmen Indonesia pasca pelaksanaan KTT G20 Johannesburg 2025, sekaligus bagian dari agenda penguatan kerja sama ekonomi Indonesia di kancah internasional.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sesmenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, didampingi Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi, Evita Manthovani, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral sekaligus Co Sous-Sherpa G20 Indonesia, Ferry Ardiyanto.
Sementara pihak IsDB hadir bersama jajaran pejabat strategis, termasuk Director and Resident Representative of IsDB Regional Hub Jakarta, Amer Bukvic, serta Lead Strategic Coordinator IsDB, Houssem Eddine Bedoui.
Pada pertemuan tersebut, Sesmenko Susiwijono memaparkan hasil Leaders’ Declaration KTT G20 yang digelar pada 22–23 November 2025 di Afrika Selatan.
Deklarasi tersebut menandai berakhirnya putaran pertama G20 dan menggarisbawahi berbagai komitmen global, seperti dukungan terhadap negara berkembang, transisi energi berkeadilan, pengurangan risiko bencana, arsitektur keuangan internasional, mineral kritis, hingga penguatan multilateralisme.
“Deklarasi menegaskan dukungan G20 pada negara berkembang, khususnya Afrika, dengan fokus pada tantangan utama: Pengurangan Risiko Bencana, Pendanaan Transisi Energi, Mineral Kritis, Utang Negara Berkembang, Reformasi Tata Kelola Keuangan Internasional, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Ketahanan Pangan, Artificial Intelligence, Kemitraan untuk Afrika, Keuangan, Perdagangan yang Adil dan Terbuka, dan Penguatan Multilateralisme,” ujar Sesmenko Susiwijono.
Dalam konteks hubungan dengan IsDB, Sesmenko Susiwijono menegaskan pentingnya mengoptimalkan dukungan pembiayaan dan kerja sama teknis untuk sektor-sektor strategis Indonesia. Di antaranya: - Transisi energi yang adil dan terjangkau - Ketahanan pangan nasional - Hilirisasi mineral kritis - Pengurangan risiko bencana - Akselerasi transformasi digital
Ia juga menekankan perlunya memperkuat proyek-proyek strategis berbasis ekonomi dan keuangan syariah yang dapat didukung penuh oleh IsDB, sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
Pihak IsDB menyambut baik langkah Indonesia dan mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin. Sherpa IsDB untuk G20, Dr. Issa Faye, menyatakan kesiapan IsDB untuk memperkuat kolaborasi pada sektor-sektor prioritas, termasuk pembiayaan syariah, pembiayaan berkelanjutan, serta pembiayaan infrastruktur dan kesehatan. (ODn/ aSP)
GenZ TakeAway Oke, kalau dilihat dari kacamata Gen Z: kerja sama Indonesia–IsDB ini vibes-nya progressive banget. Pemerintah lagi nge-push diplomasi ekonomi yang nggak cuma sekadar obrolan meja bundar tapi benar-benar nyari kolaborasi yang impactful.
Transisi energi, ketahanan pangan, sampai digitalisasi itu tuh isu-isu yang sehari-hari Gen Z rasain dampaknya. Jadi waktu Indonesia minta dukungan IsDB buat sektor-sektor strategis, itu artinya pemerintah lagi invest buat masa depan yang bakal Gen Z tempatin.
Plus, IsDB juga kelihatan open to collaborate, yang berarti peluang pembiayaan dan inovasi makin gede. Buat Gen Z, ini bukan cuma berita diplomasi biasa tapi sinyal bahwa Indonesia lagi serius bikin fondasi masa depan yang lebih stabil, lebih hijau, dan lebih tech-driven. Kolab ini tuh “strategic alliance” versi negara. Bikin masa depan nggak cuma lebih cerah, tapi lebih make sensebuat generasi yang bakal hidup paling lama di dalamnya.










