Indonesia Jajaki Dukungan IsDB, Kembangkan Kawasan Ekonomi Berbasis Halal Value Chain
astakom.com, Jeddah - Seperti diketahui, Indonesia negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia sangat berpotensi menjadi market area bagi transaksi di sektor ekonomi- keuangan halal.
Terkait hal tersebut, pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional dalam memperluas potensi ekonomi berbasis nilai tambah halal.
Dalam rangkaian pertemuan dengan Islamic Development Bank (IsDB), Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, melakukan pertemuan strategis dengan Director of Strategy, Budget, and Corporate Performance Department IsDB, Dr. Syurkani Ishak Kasim, di Jeddah, Arab Saudi, pada (30/11).
Pertemuan tersebut membahas penjajakan dukungan IsDB terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi berbasis Halal Value Chain, yang diharapkan menjadi pendorong utama perdagangan, investasi, serta penguatan sektor industri halal nasional.
Perkuat Investasi Indonesia- Arab Saudi
Dalam pertemuan itu, Sesmenko Susiwijono menekankan pentingnya dukungan IsDB dalam memperkuat perdagangan dan investasi Indonesia–Arab Saudi, terutama pada komoditas ekspor unggulan seperti kendaraan, minyak nabati, dan kayu.Ia juga mendorong agar dukungan IsDB dapat diperluas ke negara-negara anggota IsDB lainnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika, yang menjadi pasar non-tradisional potensial bagi Indonesia.
“Jamaah Indonesia adalah yang terbesar di dunia mencapai 1,77 juta pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat hingga 3,3 juta pada 2030, sehingga sangat besar potensi ekonomi dari layanan rantai pasok dan logistiknya,” ujar Susiwijono.
Selain memperkuat sektor perdagangan, pemerintah juga mendorong IsDB untuk memperluas dukungan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Upaya ini mencakup pendalaman sektor keuangan, pengembangan instrumen keuangan syariah, serta dukungan terhadap Energy Transition Mechanism (ETM) dan energi baru terbarukan sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.
Susiwijono menegaskan pentingnya kolaborasi yang lebih erat dalam pemanfaatan data perdagangan antarnegara anggota IsDB, agar dapat dijadikan dasar dalam merancang kebijakan dan pengembangan kawasan ekonomi strategis yang berbasis nilai tambah dari Halal Value Chain.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis ekonomi syariah atau KEK Halal, yang diharapkan menjadi motor baru penggerak nilai tambah industri halal nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global antarnegara Islam.
Dr. Syurkani Ishak Kasim menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Indonesia atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menegaskan bahwa IsDB akan terus memperluas dukungan, khususnya melalui program pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia termasuk secondment, pelatihan, dan lokakarya bagi pejabat serta pegawai pemerintah.
Kerja sama Indonesia dan IsDB telah berlangsung sejak Indonesia menjadi anggota pendiri pada tahun 1974. Hingga kini, IsDB telah mendukung 352 proyek di Indonesia, termasuk 65 proyek aktif di sektor strategis seperti pertanian, energi, kesehatan, pendidikan, industri, transportasi, dan keuangan dengan total pembiayaan mencapai USD 7,2 miliar.
Dalam pertemuan tersebut, Sesmenko Perekonomian turut didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi, Evita Manthovani, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Ferry Ardiyanto, yang juga bertugas sebagai Co-Sous Sherpa G20 Indonesia. (Odn/aSP)
GenZ TakeAway Gen Z melihat bahwa halal economy bisa jadi “the next big thing” yang menyeimbangkan antara profit dan purpose. Kolaborasi Indonesia IsDB membuka peluang bagi anak muda untuk terlibat dari start-up halal tech, logistik digital untuk umrah dan haji, hingga inovasi energi terbarukan berbasis syariah.
Singkatnya, kalau generasi sebelumnya membangun industri, Gen Z siap membangun ekosistem halal yang berkelanjutan dan berdampak global.










