astakom.com, Jakarta — Pada sambutannya dalam acara puncak Hari Guru Nasional 2025, Prabowo sebut dirinya membentuk Satgas Darurat yang bertugas untuk membangun jembatan di desa-desa.
Prabowo sampaikan hal itu setelah dirinya melihat video banyak siswa yang terpaksa melintasi sungai untuk bisa ke sekolah.
“Angka pertumbuhan sangat bagus, tapi rakyat kita, tiap hari anak-anak kita masuk sungai, basah, duduk di kelas, basah, pulang kembali, basah,” kata Prabowo.
“Ini yang saya minta, kita sebagai pengelola negara, kita berpikir yang terbaik. Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu satgas khusus, satgas darurat,” tambah Prabowo.
Gerak Cepat Presiden Prabowo
Terkait satgas ini, Prabowo memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi untuk mengerahkan mahasiswa tingkat 2 hingga 4 teknik sipil terjun ke desa-desa guna merancang dan membantu membuat jembatan.
Selain itu, Prabowo juga akan meminta bantuan dari aparat TNI dan Polri untuk turut membangun jembatan tersebut.
“Saya minta TNI dan Polri untuk juga kerahkan semua Batalyon Zeni, semua Batalyon Teritorial Pembangunan, semua Kompi Konstruksi dan kompi-kompi lain. Semua terjun, turun ke desa-desa tersebut, cari titik-titik, saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ucap Prabowo.
“Tidak ada kita bicara visibility study terlalu lama, ini itu enggak ada, seminar, simposium, kita kerjakan ini, kita selesaikan ini. Anak-anak kita teriak, kita harus jawab.”
Jembatan Jadi Harapan Guru
Salah satu guru pengajar sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), bernama Koko Triantoro, baru saja meraih penghargaan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Bahkan, penghargaan itu langsung diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Koko meraih Anugerah GTK untuk kategori tokoh masyarakat dari unsur guru.
Koko dianggap berjasa dalam membangun ekosistem sekolah di daerah 3T. Dia tak kenal lelah bergerak untuk kemajuan sekolah-sekolah di daerah terpencil.
Salah satu yang menjadi perhatian Koko adalah pembangunan jembatan agar siswa lebih mudah mengakses sekolah. Koko terharu ternyata Prabowo juga amat memperhatikan pembangunan jembatan ini.
“Sesuai dengan pidato Beliau tadi, jembatan dan fasilitas di daerah 3T akan menjadi fokus ke depannya. Mudah-mudahan ini menjadi semangat saya. Tentunya (memberi) semangat guru-guru yang ada di seluruh Indonesia,” kata dia.
“Kami sangat mengetahui Bapak bekerja dengan hati. Pesan-pesan Bapak kepada murid akan terus kami kawal Pak. Supaya pendidikan di Indonesia ini berkualitas. Kami terus akan mendoakan Bapak senantiasa sehat, panjang umur, dan diberi kekuatan untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” harap Koko.
Gen Z Takeaway
Prabowo membentuk Satgas Darurat untuk membangun jembatan di desa agar siswa tak lagi menyeberangi sungai demi sekolah, dengan melibatkan mahasiswa teknik serta TNI–Polri agar cepat terlaksana. Langkah ini disambut hangat para guru 3T seperti Koko Triantoro, yang melihatnya sebagai harapan nyata untuk akses pendidikan yang lebih aman dan manusiawi.

