Kemenkop Genjot Akselerasi Kopdes Merah Putih lewat Program Magang Pengurus

Editor: Khoirudin
Senin, 17 November 2025 | 23:00 WIB
Kemenkop Genjot Akselerasi Kopdes Merah Putih lewat Program Magang Pengurus
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari. (Foto: Dok. Kemenkop RI)

astakom.com, Bandung – Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus berupaya mempercepat operasional Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih melalui program magang pengurus.

Program yang dirancang sebagai sarana pembelajaran dan pembangunan ekosistem bisnis kopdes ini salah satunya dilakukan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari menyampaikan, bahwa program magang merupakan strategi untuk membentuk pengurus yang kompeten sekaligus adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern.

“Melalui program magang pengurus ini, kami akan terus mendorong Kopdes Merah Putih mampu membangun ekosistem dan kemitraan bisnis,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Senin (17/11/2025).

Destry menilai, Kopontren Al-Ittifaq merupakan contoh nyata koperasi berbasis pertanian yang sukses mengintegrasikan produksi, manajemen, dan pemasaran secara profesional.

“Sistem agribisnis yang diterapkan Al-Ittifaq sudah terhubung dengan berbagai pasar modern seperti supermarket. Sehingga, peserta magang bisa mempelajari rantai agribisnis secara lengkap dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Selain pembelajaran teknis, peserta juga diajak memahami pendekatan pemberdayaan masyarakat dan santri yang diterapkan Al-Ittifaq.

“Magang di tempat ini membantu pengurus Kopdes Merah Putih mengembangkan kompetensi utama, diantaranya budidaya pertanian, kewirausahaan, manajemen hasil, serta kemampuan bekerja secara disiplin dan mandiri,” tambah Destry.

Menurutnya, pengalaman ini diharapkan menumbuhkan DNA kewirausahaan dalam diri peserta. Mereka diharapkan mampu memahami model bisnis yang berkelanjutan, mereplikasi praktik terbaik, dan membangun kemitraan antar-Kopdes maupun dengan koperasi lokasi magang.

“Sehingga, akan terbentuk ekosistem bisnis koperasi,” kata Destry.

Dengan dukungan dari Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS), Programma Uitzending Manager (PUM) Representative Indonesia, dan perguruan tinggi (Universitas Pasunda Bandung), batch pertama magang akan berlangsung pada 15–22 November 2025.

Program ini diikuti 38 peserta yang berasal dari Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah yang mewakili 36 kabupaten/kota. Pun total peserta magang mencapai 114 orang dari 24 provinsi, yang terbagi menjadi tiga batch.

Adapun pelatihan nantinya akan menggunakan dua metode utama, yakni pembekalan materi dan studi kunjungan (study visit), serta praktik langsung (on the job training).

CEO Kopontren Al-Ittifaq, Setia Irawan berharap para peserta mampu menemukan formula yang bisa diterapkan di daerah masing-masing. “Kata kuncinya ada di inovasi yang nantinya bisa dikembangkan di koperasinya,” kata Setia.

Setia menjelaskan, bahwa selama pemagangan, peserta diberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana Al-Ittifaq membangun rantai pasok (supply chain), menyusun SOP, manajemen produksi, hingga perencanaan jangka panjang.

“Kami adalah koperasi berbasis komunitas dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Maka, peserta magang bisa menggali bagaimana menggali koperasi berbasis komunitas. Cocok untuk Kopdes karena sama-sama berbasis pedesaan dan pertanian,” ujarnya.

Dengan penguatan kapasitas lewat magang ini, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih menjadi katalisator ekonomi desa yang mampu menciptakan kemitraan bisnis berkelanjutan dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Kemenkop Kementerian Koperasi Kopdes Merah Putih Koperasi Desa Merah Putih Magang Pengurus Kopdes

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB