Airlangga Harap Perjanjian Dagang IEU CEPA Bawa Manfaat Strategis Bagi Indonesia
astakom.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) harus mampu membawa manfaat strategis bagi Indonesia.
Hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan dengan Duta Besar LBBP RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa (UE) Andri Hadi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada pekan lalu.
Menko Airlangga menekankan pentingnya memperluas akses pasar bagi produk ekspor unggulan Indonesia begitu perjanjian tersebut resmi diberlakukan.
“Bagi Indonesia, implementasi IEU CEPA diharapkan memberikan manfaat strategis berupa perluasan akses pasar bagi berbagai produk ekspor unggulan, termasuk minyak sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk agrikultur, perikanan, dan perangkat telekomunikasi,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Senin (17/11/2025).
Adapun dalam pertemuan tersebut, Dubes Andri menyampaikan bahwa Uni Eropa telah memulai proses legal scrubbing atau penyelarasan hukum dan penerjemahan teks IEU CEPA.
Setelah tahap tersebut rampung, dokumen akan maju ke fase penandatanganan resmi. Target kedua pihak adalah agar IEU CEPA dapat berlaku penuh paling lambat pada awal 2027.
“Uni Eropa juga menjadi mitra penting di bidang investasi, menempati peringkat ke-5 sebagai asal investasi terbesar di Indonesia,” ungkap Dubes Andri.
Peningkatan investasi tersebut dipicu oleh tingginya minat investor Eropa terhadap proyek-proyek transisi energi, manufaktur berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi digital di Indonesia.
Dalam pertemuan dengan Dubes Andri, dinamika hubungan perdagangan Indonesia–UE yang menunjukkan perkembangan positif juga turut dibahas. Total perdagangan kedua pihak pada 2024 mencapai USD30,1 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD4,5 miliar, melonjak 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total ekspor Indonesia ke Uni Eropa tumbuh 4 persen, sementara impor turun sekitar 9 persen. Hal ini menandakan peningkatan daya saing produk ekspor RI di pasar Eropa.
Adapun perundingan IEU CEPA sendiri telah dinyatakan selesai secara substansial dalam pertemuan Chief Negotiators pada 9–12 September 2025, dan diumumkan ke publik usai pertemuan Menko Perekonomian dengan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa di Bali, pada 23 September 2025 lalu.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan bahwa peran Perwakilan RI di negara-negara anggota UE kini semakin penting dalam mempersiapkan implementasi perjanjian tersebut.
“Prioritas utama mencakup penguatan pemahaman publik dan pemangku kepentingan Uni Eropa mengenai komitmen Indonesia, serta penyampaian peluang-peluang kerja sama ekonomi yang dapat dimaksimalkan,” kata Haryo.










