Hujan Deras Menyebabkan Banjir di Kamp Pengungsian Gaza, Bantuan masih Terhalang Blokade Israel

Editor: Alfian Tegar
Minggu, 16 November 2025 | 17:57 WIB
Hujan Deras Menyebabkan Banjir di Kamp Pengungsian Gaza, Bantuan masih Terhalang Blokade Israel
Wanita Palestina duduk di tengah kehancuran di halaman sekolah, sehari setelah sekolah tersebut terkena serangan Israel, di lingkungan Tuffah di Kota Gaza pada tanggal (4/4). [astakom.com]

astakom.com, Jakarta - Dikabarkan hujan deras di Gaza mebyebabkan banjir hingga ke kamp pengungsi. Suhu dingin dan hujan deras memperburuk kondisi yang sudah memprihatinkan bagi warga Palestina yang mengungsi di Gaza karena Israel terus memblokir pengiriman bantuan tenda dan pasokan lainnya ke wilayah yang terkepung.

Dilansir media Aljazeera, Minggu (16/11/2025), warga Palestina di Gaza berupaya menggali parit di sekitar tenda mereka agar air tidak membanjiri tenda. Sementara warga lainnya berlindung di bangunan-bangunan yang hancur, bahkan yang berisiko runtuh.

Air masuk sampai ke tenda pengungsi

Seorang warga Palestina mengaku sedih akibat tendanya terendam banjir tersebut.

"Saya menangis sejak pagi," kata seorang ibu dua anak Palestina yang mengungsi, sambil menunjuk ke tenda keluarganya, yang telah terendam banjir akibat hujan deras semalaman.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan ia kesulitan menafkahi anak-anaknya setelah beberapa anggota keluarganya, termasuk suaminya, tewas dalam perang genosida Israel, yang dimulai pada Oktober 2023.

"Saya meminta bantuan untuk mendapatkan tenda, kasur, dan selimut yang layak. Saya ingin anak-anak saya memiliki pakaian yang layak," katanya.

"Saya tidak punya siapa pun untuk dimintai tolong... Tidak ada yang bisa membantu saya," imbuhnya.

Bantuan kemanuasiaan masih terhalang Blokade Israel

Sebelumnya kelompok kemanusiaan telah mendesak Israel untuk mencabut semua pembatasan bantuan ke Jalur Gaza. Akan tetapi pemerintah Israel tetap mempertahankan pembatasan ketat terhadap aliran bantuan kemanusiaan meskipun ada kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Palestina, Hamas, yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

Kelompok penyalur bantuan mengatakan sekitar 260.000 keluarga Palestina di Gaza berada dalam kondisi rentan menjelang musim dingin.

Pada saat yang sama, Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pihaknya memiliki cukup pasokan tempat tinggal untuk membantu sebanyak 1,3 juta warga Palestina. Akan tetapi UNRWA tidak dapat mengirimkan bantuan ke Gaza akibat pembatasan yang diberlakukan Israel.

Musim dingin bersamaan dengan krisis suplei

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan pengiriman bantuan menjadi lebih penting dari sebelumnya karena musim dingin ini bertepatan dengan krisis pengungsian di Gaza.

"Dingin dan basah di Gaza. Para pengungsi kini menghadapi musim dingin yang keras tanpa kebutuhan dasar untuk melindungi mereka dari hujan dan dingin," ujarnya dalam sebuah unggahan di media sosial.

Gen Z Takeaway

Hujan deras yang bikin kamp pengungsi di Gaza kebanjiran makin nunjukin betapa rentannya warga Palestina yang sudah hidup serba kekurangan akibat blokade bantuan dari Israel. Di tengah suhu dingin dan tenda-tenda yang terendam, banyak keluarga terpaksa bertahan hidup di bangunan rusak sambil berharap bantuan dasar seperti tenda, selimut, dan pakaian bisa masuk. Padahal UNRWA sudah punya stok untuk lebih dari sejuta orang, tapi tetap tertahan karena pembatasan yang belum dicabut. Dengan musim dingin yang datang bareng krisis pengungsian, kondisi ini jadi alarm serius kalau akses bantuan kemanusiaan harus dibuka secepatnya demi keselamatan warga Gaza.

Banjir di Gaza Bantuan Kemanusiaan Gaza Hujan Deras Mengguyur Gaza israel Kamp Pengungsian Pembatasan Bantuan Oleh Israel UNRWA

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB