astakom.com, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sistem bantuan sosial yang benar-benar transparan dan tepat sasaran, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya ingin kita semua menyamakan visi dengan pesan Presiden @prabowo yakni penyaluran bansos harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, agar setiap anggaran yang dikeluarkan negara benar-benar menghadirkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Luhut, Kamis (13/11/2025).
Luhut menjelaskan, keberhasilan program bansos digital tidak hanya ditentukan oleh akurasi data, tetapi juga oleh sistem yang mampu menanggapi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan mekanisme pengaduan atau koreksi data (grievance mechanism) agar warga dapat memperbaiki data mereka secara terbuka dan mudah.
“Jika ada warga yang merasa datanya keliru, sistem harus mampu memecahkan masalah mereka,” ujarnya.
Ia juga meminta agar setiap tahapan reformasi bansos ini dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan persiapan yang matang.
“Sebagai seorang prajurit, saya selalu menekankan pentingnya prinsip bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Setiap langkah harus diuji dan disiapkan dengan matang. Kita ingin bergerak cepat, tapi tidak tergesa-gesa,” jelasnya.
Luhut menilai, digitalisasi bansos melalui integrasi data lintas lembaga menjadi fondasi penting menuju sistem bantuan yang berkeadilan.
Dengan dukungan infrastruktur digital dan sinergi antarinstansi, lanjutnya, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan tidak lagi berbasis asumsi, melainkan pada data valid dan terverifikasi.
“Yang lebih penting adalah prosesnya benar dan sistemnya siap untuk digunakan,” tegas Luhut.
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi ngepush sistem bansos yang transparan dan tepat sasaran, sesuai arahan Prabowo. Data harus rapi, sistem harus responsif, dan warga bisa gampang koreksi kalau ada yang salah. Semua proses dibikin step by step biar cepat tapi nggak chaos.

