Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Nyata Atasi Fluktuasi Harga Cabai
astakom.com, Jakarta – Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi solusi konkret untuk mengatasi permasalahan pangan, salah satunya fluktuasi harga cabai yang kerap memukul petani dan konsumen.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage yang disediakan di setiap Kopdes Merah Putih, dapat menciptakan stabilitas harga pangan, khususnya cabai.
Pasalnya dengan cold storage Kopdes Merah Putih, hasil panen cabai dari petani dapat disimpan saat produksi melimpah, untuk kemudian dilepas ke pasar ketika masa paceklik atau pasokan berkurang.
“Ini solusi ke depan adalah kalau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah jalan, itu kan punya cold storage. Jadi kalau panen puncak masuk di penyimpanan, kemudian kalau off season kita keluarin,” kata Mentan, dikutip astakom.com, Rabu (12/11/2025).
Langkah ini dinilai sebagai implementasi nyata dari visi Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian pangan nasional berbasis koperasi rakyat.
Kopdes Merah Putih menjadi instrumen penting dalam menciptakan rantai pasok yang efisien, mengurangi potensi kerugian petani saat harga anjlok, dan memastikan pasokan tetap terjaga saat permintaan meningkat.
Saat ini, harga cabai memang tengah melonjak. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga cabai di pasaran mencapai sekitar Rp50 ribu per kilogram.
Meski demikian, Amran menilai kondisi ini masih tergolong dinamis karena sebelumnya harga cabai sempat anjlok hingga mencapai Rp3 ribu per kilogram.
Ia menjelaskan, kenaikan harga yang terjadi kali ini dipicu oleh faktor cuaca, terutama curah hujan tinggi yang menghambat distribusi hasil panen dari sentra produksi ke berbagai daerah.
“Ini mungkin karena sekarang kondisi distribusinya, karena hujan kan,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh pemerintah, penguatan Kopdes Merah Putih diyakini akan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Melalui sistem penyimpanan modern dan manajemen berbasis koperasi rakyat, program ini mencerminkan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo yang berpihak pada petani dan ketahanan pangan nasional.










