Peristiwa 10 November 1945 Bukti Keberanian Rakyat Indoneisa Melawan Negara Pemenang Perang Dunia II
astakom.com, Jakarta— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan seluruh masyarakat untuk senantiasa menghormati dan tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan saat Presiden memimpin Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci dalam rangka peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta, Senin dini hari (10/11).
Presiden tiba di lokasi upacara pada pukul 23.44 WIB, disusul Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang lebih dahulu hadir sekitar pukul 23.40 WIB. Upacara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan.
Karangan Bunga dari Presiden Prabowo
Pada prosesi awal, Prabowo meletakkan karangan bunga sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Karangan bunga tersebut bertuliskan pesan, Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan, sebagai pengingat akan pentingnya meneruskan cita-cita perjuangan bangsa.Selanjutnya, Presiden memimpin prosesi mengheningkan cipta. Dalam keheningan tersebut, Prabowo menyampaikan renungan mengenai makna pengorbanan para pahlawan.
“Kita mengenang arwah dan jasa para pahlawan yang telah gugur membela kemerdekaan kedaulatan dan kehormatan bangsa Indonesia. khususnya mereka-mereka yang gugur dalam perlawanan terhadap kekuatan asing yang mendukung penjajahan kembali bangsa Indonesia oleh bangsa asing,” ucap Prabowo.
10 November Perjuangan Rakyat VS Negara Pemenang Perang Dunia II
Ia juga menegaskan kembali nilai sejarah peristiwa 10 November 1945 yang menunjukkan keberanian rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.“Pada tahun 1945, 10 November, para pahlawan telah dengan berani melawan kekuatan asing yang begitu besar, terutama kekuatan Inggris, pemenang Perang Dunia II. Mereka dengan perlawanan pengorbanan yang begitu besar, mereka telah mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Janganlah kita sekali-sekali melupakan jasa mereka, kepahlawan mereka. Mengheningkan cipta mulai,” sambungnya.
Upacara renungan suci berlangsung dengan khidmat. Para peserta yang terdiri dari pejabat negara, anggota kabinet, serta perwira tinggi TNI dan Polri dan keluarga para pahlawan menundukkan kepala dalam diam, merenungkan kembali perjalanan panjang perjuangan bangsa hingga mencapai kemerdekaan.(Usm/ aSP)











