Masuk 2 Bulan Government Shutdown Amerika Serikat: Puluhan Bandara Lumpuh hingga 1.700 Lebih Penerbangan Batal

Editor: Alfian Tegar
Minggu, 9 November 2025 | 18:23 WIB
Masuk 2 Bulan Government Shutdown Amerika Serikat: Puluhan Bandara Lumpuh hingga 1.700 Lebih Penerbangan Batal
Imbas Government Shutdown AS: Sektor Penerbangan Kacau, 40 Bandara Lumpuh, 1.700 Lebih Penerbangan Batal (Dok. Pixabay/astakom.com)

astakom.com, Jakarta - Penutupan pemerintah atau government shutdown di Amerika Serikat masih berlangsung dan memasuki bulan kedua. Government shutdown yang semakin parah memberi dampak besar di berbagai sektor termasuk penerbangan.

Maskapai AS sudah membatalkan ribuan penerbangan karena perintah Administrasi Penerbangan Federal atau FAA untuk mengurangi lalu lintas di bandara.

1700 Penerbangan Batal dalam 3 Hari

Lebih dari 1.700 penerbangan telah dibatalkan di Amerika Serikat, sejak Jumat hingga Minggu. Kondisi itu dipicu kekurangan staf pengontrol lalu lintas udara di tengah penutupan pemerintah AS atau shutdown yang belum tampak kapan berakhir.

Beberapa media Internasional juga melaporkan, maskapai penerbangan mulai menerapkan pengurangan 4% jadwal penerbangan domestik di 40 bandara utama yang menjadi objek pengelolaan Administrasi Penerbangan Federal atau FAA.

Tujuan Pemangkasan Jadwal Penerbangan

Pemangkasan jadwal penerbangan ditujukan untuk menjaga keselamatan perjalanan udara secara sementara, imbas beberapa pengontrol lalu lintas udara dan petugas pemeriksa keamanan federal di bandara tidak masuk kerja karena tidak menerima gaji.

Sepekan ke depan, maskapai penerbangan akan meningkatkan pembatalan penerbangan hingga 10% mulai Jumat jika shutdown pemerintah AS tetap tidak terselesaikan.

pada Rabu (5/11) kemarin, Menteri Transportasi Sean Duffy mengumumkan bahwa kapasitas penerbangan akan diturunkan sebanyak 10% di 40 bandara besar mulai Jumat (8/11) waktu setempat.

Penurunan kapasitas ini akan berdampak pada 3.500-4.000 penerbangan setiap harinya. Namun, belum jelas bandara mana saja yang akan terdampak, dikutip dari media internasional, Kamis (6/11/2025).

Pihak Lembaga Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Bryan Bedford, mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan-tindakan tambahan setelah pengurangan kapasitas dilakukan.

"Setelah kami mengurai data secara lebih perinci, kami melihat tekanan meningkat sedemikian rupa sehingga kami rasa, jika dibiarkan begitu saja, tidak akan memungkinkan kami untuk terus memberi tahu publik bahwa kami mengoperasikan sistem penerbangan teraman di dunia," kata Bedford pada Rabu (6/11/2025).

Upaya Penurunan Kapasitas Penerbagan

Bedford menambahkan pihaknya akan bertemu dengan para maskapai penerbagan untuk memutuskan bagaimana cara yang efektif dalam mengimplementasikan penurunan kapasitas. Ia mengatakan hal seperti ini belum pernah dialami sebelumnya.

Pada hari Sabtu, terdapat lebih dari 1.500 pembatalan penerbangan dan lebih dari 6.600 penundaan, menurut situs web pelacakan penerbangan. Lebih dari 1.000 penerbangan telah dibatalkan untuk hari Minggu dan lebih dari 240 penerbangan tertunda.

Mobilitas Libur Akhir Tahun akan Terhambat

Mantan wakil administrator FAA, Dan Elwell mengatakan, penutupan tersebut kemungkinan akan mengganggu rencana perjalanan liburan akhir tahun jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

"Saya yakin kondisi ini akan sangat mengganggu rencana perjalanan Thanksgiving," kata Elwell tentang pengurangan penerbangan dikutip dari media internasional.

"Dan semoga saja kita tidak sampai di sana," sambungnya.

Elwell, yang bertugas di pemerintahan Trump pertama, mengatakan penundaan penerbangan akibat penutupan pemerintah terlama kedua yang dimulai pada 2018

Penyebab Government Shutdown

Government shutdown kali ini terjadi setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan mengenai rancangan undang-undang (RUU) pendanaan sementara. Senat Demokrat menolak untuk memberikan suara atas RUU pendanaan yang disokong oleh Partai Republik.

Hal yang menjadi kebuntuan antara kedua partai besar tersebut adalah terkait program subsidi layanan kesehatan The Patient Protection and Affordable Care Act of 2010 (ACA). Demokrat menuntut perpanjangan untuk program tersebut yang akan kedaluwarsa, tetapi hal ini ditentang oleh Partai Republik.

Demokrat menganggap RUU yang diusulkan akan menyulitkan warga AS untuk membayar layanan kesehatan, sebab rancangan tersebut tidak memuat pengeluaran tambahan untuk layanan kesehatan dan sejumlah ketentuan lainnya.

Subsidi layanan kesehatan tersebut sangat diandalkan masyarakat AS sejak penerapannya pada masa pandemi Covid-19. Republik justru mengklaim Demokrat ingin memberi layanan kesehatan tersebut kepada para imigran ilegal.(aLf/aSP)

Gen Z Takeaway

Shutdown pemerintah AS masuk bulan kedua dan makin bikin kacau. Ribuan penerbangan dibatalkan karena kurang staf, FAA pun turunkan kapasitas demi keamanan. Akar masalahnya masih soal tarik-ulur politik Demokrat vs Republik soal dana layanan kesehatan, dan kalau nggak cepat beres, libur Thanksgiving bisa berantakan.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat Bandara Amerika FAA Government Shutdown AS Maskapai Penerbangan Pembatalan Penerbangan Penutupan Pemerintahan AS

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB