Pasar Modal Tetap Bergairah, BEI Catat 4 Aksi Korporasi dalam Sepekan

Editor: Khoirudin
Sabtu, 8 November 2025 | 13:45 WIB
Pasar Modal Tetap Bergairah, BEI Catat 4 Aksi Korporasi dalam Sepekan
Pada hari perdagangan terakhir sebelum libur panjang lebaran 2026,IHSG ditutup menguat 1,2% ke level 7.106,8 Jumat 20/03/2026 [Foto: IDX/ astakom.com]

astakom.com, Jakarta - Aktivitas di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif. Dalam sepekan terakhir, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat empat aksi korporasi baru yang terdiri dari dua obligasi, satu sukuk, dan satu saham.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, lonjakan aktivitas ini menjadi bukti kuat bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional masih tinggi di tengah dinamika global.

“Perkembangan ini menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia mampu menjaga kepercayaan investor, bahkan di tengah dinamika ekonomi global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (8/11/2025).

Kautsar menjelaskan bahwa pencatatan efek baru tersebut memperkuat optimisme terhadap daya tahan pasar modal Indonesia. “Selama sepekan terdapat pencatatan 2 obligasi, 1 sukuk dan 1 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI),” terangnya.

Kautsar merinci, pada Rabu (5/11) telah dilakukan pencatatan Obligasi Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III, Obligasi USD Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III Tahun 2025.

Ketiganya berhasil terdaftar dengan total nilai lebih dari Rp1,5 triliun dan memperoleh hasil pemeringkatan tinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) serta PT Kredit Rating Indonesia.

Kemudian, pada Kamis (6/11), BEI juga mencatat Obligasi Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap III Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun dengan peringkat idAAA dari PEFINDO.

Sementara di sisi ekuitas, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi melantai di BEI sebagai emiten ke-24 pada tahun ini, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp158,4 miliar.

Kautsar menilai pencatatan efek baru ini menunjukkan bahwa fundraising di pasar modal tetap bergairah dan menjadi pilihan utama korporasi untuk memperkuat permodalan.

“Pencatatan ini memperlihatkan antusiasme pelaku usaha untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang,” ungkapnya.

Data BEI juga menunjukkan, sepanjang tahun 2025 telah tercatat 156 emisi obligasi dan sukuk dari 76 emiten dengan nilai total mencapai Rp180,83 triliun. Sementara total emisi yang masih outstanding kini mencapai Rp527,72 triliun dan USD139,34 juta.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pasar modal Indonesia terus tumbuh sehat, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan pembiayaan nasional.

Keberhasilan mencatat empat efek baru dalam sepekan menunjukkan fundamental ekonomi domestik tetap kuat dan menjadi daya tarik bagi investor lokal maupun asing.

Dengan momentum ini, BEI optimistis bahwa pasar modal akan terus menjadi lokomotif pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan visi pemerintah memperkuat pembiayaan pembangunan melalui sektor keuangan yang transparan dan efisien.

Gen Z Takeaway

Pasar modal RI makin ngebut! Dalam seminggu, BEI catat 4 aksi korporasi baru senilai Rp3 triliun lebih. Dengan 156 emisi sepanjang 2025, BEI bilang ini bukti kepercayaan investor makin tinggi.

Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad Obligasi Pasar Modal Sukuk

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB