BEI Catat Total Outstanding Rp527 Triliun, Bukti Kepercayaan Investor Masih Tinggi
astakom.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) total nilai outstanding obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI hingga awal November 2025 mencapai Rp527,72 triliun dan USD139,34 juta.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa tingginya nilai tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 sudah tercatat 156 emisi obligasi dan sukuk dari 76 emiten dengan total nilai Rp180,83 triliun.
“Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2025 adalah 156 emisi dari 76 emiten senilai Rp180,83 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (8/11/2025).
Kautsar menambahkan, secara keseluruhan, hingga saat ini terdapat 650 emisi obligasi dan sukuk yang diterbitkan oleh 136 emiten di BEI.
Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) juga mendominasi dengan 191 seri senilai Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta, serta Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp2,13 triliun.
Pencapaian ini memperlihatkan bahwa pasar surat utang Indonesia tetap menjadi pilihan utama bagi investor domestik maupun global, berkat prospek ekonomi yang stabil, likuiditas terjaga, dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap regulasi keuangan nasional.
“Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 650 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp527,72 triliun dan USD139,34 juta, diterbitkan oleh 136 emiten,” jelas Kautsar.
Kinerja positif ini juga didorong oleh peningkatan aktivitas korporasi dalam menghimpun dana jangka panjang melalui pasar modal. Pada pekan pertama November saja, BEI mencatat dua obligasi, satu sukuk, dan satu saham baru berhasil masuk ke bursa.
Kautsar menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan peran pasar modal yang semakin strategis dalam memperkuat ekonomi nasional.
“Perkembangan ini menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia mampu menjaga kepercayaan investor, bahkan di tengah dinamika ekonomi global,” pungkasnya.









