Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

Inovasi Waste to Energy Siap Terangi Indonesia!

astakom.com, Jakarta – Harapan untuk hidup di lingkungan yang bersih tanpa gunungan sampah kini semakin nyata. Pemerintah memastikan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy bakal mampu mengolah sampah tanpa perlu dipilah terlebih dahulu.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan bahwa kemajuan teknologi saat ini memungkinkan semua jenis sampah bisa diolah langsung, tanpa perlu pemisahan seperti dulu.

“Sampah itu sekarang tidak perlu dipisah-pisahkan, kalau dulu kan harus dipisah-pisahkan. Dengan teknologi yang ada, kan semua sampah yang ada itu bisa diolah,” ujar Rosan usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (6/11/2025).

Pernyataan Rosan membawa angin segar bagi masyarakat, terutama bagi para petugas kebersihan dan warga di kota besar yang selama ini kerepotan memilah sampah di rumah. Namun, Rosan mengingatkan bahwa tidak semua jenis sampah bisa diolah secara bersamaan.

“Kan pasti kalau yang besi mungkin beda juga ya. Pada intinya, sampahnya ini tidak perlu dipilah, bisa dilakukan secara keseluruhan,” lanjutnya.

Menariknya, teknologi ini juga mampu mengolah sampah lama yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun bersama sampah baru yang dihasilkan setiap hari. Hal ini menjadi peluang besar untuk menuntaskan persoalan klasik di berbagai kota, seperti di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

“Semua sampah itu bisa diolah dengan teknologi yang ada, baik yang baru maupun yang lama. Ya memang hanya membedakan mungkin kadar output-nya saja yang akan beda. Contohnya misalnya di Bantar Gebang atau di tempat lainnya,” kata Rosan.

Proyek waste to energy ini menjadi simbol optimisme baru dalam menghadapi krisis sampah nasional. Dengan teknologi modern, bukan hanya tumpukan sampah yang teratasi, tapi juga peluang energi bersih yang dapat menggerakkan roda kehidupan masyarakat.

Proyek Waste to Energy Dilirik Investor

Rosan menyampaikan, proyek Waste to Energy mendapat sambutan hangat pasar. Ia menyebut, sedikitnya sudah ada 240 investor yang tertarik bergabung dalam proyek tersebut.

“Saya laporkan bahwa kita sudah proses untuk apa melakukan penjaringan, pendaftaran sudah, dan penjaringan dari potensial investor. Memang ada lebih dari 200, 240 (investor) kalau enggak salah, yang berminat dalam dari luar negeri,” ujar Rosan.

Dia menyampaikan, pemerintah akan melaksanakan proses lelang secara bertahap, sambil menunggu penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Setelah mendapat persetujuan, proyek baru masuk pada tahap penawaran resmi.

“Dan ini memang kita melakukan dalam beberapa batch karena dari kami kan menunggu kesiapannya sesudah dilihat secara penuh oleh Kementerian LH dan juga oleh Menko Pangan. Jadi kemudian baru diberikan kepada kami untuk melakukan proses bidding-nya, tendernya gitu,” katanya.

Rosan menambahkan, kini sudah ada tujuh lokasi yang akan dimulai pembangunan proyek waste to energy. Dari tujuh lokasi itu, dari sisi ketersediaan lahan sudah terpenuhi. Begitu pun dengan jumlah sampah yang mencukupi, hingga infrastruktur dasar seperti jalan dan air.

“Karena dari tujuh itu memang kesediaan lahannya kan sudah ada, kesediaan sampahnya juga sudah cukup, kesediaan infrastrukturnya juga jalan maupun air juga sudah ada,” kata Rosan.

Oleh karena itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tersebut, bahwa proses penawaran resmi proyek di 7 lokasi tersebut akan segera dimulai pada pekan depan.

“Kita minggu depan itu kita akan buka untuk proses bidding-nya. Bidding-nya, maksudnya masukkan penawarannya ya. Itu mulai proses kita memberikan data dan penawaran itu kita mulai minggu depan,” ujarnya.

Gen Z Takeaway

Akhirnya, ada solusi yang literally gak bikin ribet soal sampah! Proyek Waste to Energy bikin hidup lebih eco-friendly tanpa harus repot milah plastik, kertas, dan organik tiap pagi. Menteri Rosan Roeslani bilang, teknologi sekarang udah bisa ubah semua jenis sampah (minus besi-besian) jadi energi listrik bersih.

Plus, sampah lama pun bisa ikut diolah, jadi bye-bye Bantar Gebang vibes! Lebih keren lagi, ada lebih dari 240 investor yang udah ngelirik proyek ini. Jadi, bukan cuma nyelesain masalah lingkungan, tapi juga ngasih peluang ekonomi.

Feed Update

Fresh Grad Merapat! Kemhan Bakal Rekrut 30 Ribu Sarjana untuk 80 Ribu Kopdes Merah Putih

astakom.com, Jakarta - Untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan merekrut 30 ribu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI). Diketahui 80 ribu...

UMKM Happy! MBG Bikin Toko Kue Ngawi Banjir Order, Ciptakan Lapangan Kerja

astakom.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden RI Prabowo Subianto membawa berkah bagi dapur produksi kue basah milik Putri Lestari, pelaku...

MBG Dongkrak Ekonomi UMKM, Produksi Keripik Tempe Ngawi Meningkat

astakom.com, Jakarta - Program gagasan Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberi manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)...

Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor

astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi...

Petani Pasuruan Happy! Pupuk Murah Kini Tersedia di Kopdes

astakom.com, Jakarta - Pupuk dengan harga murah kini bisa dibeli dengan mudah oleh Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebab...

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...