astakom.com, Jakarta – Lembaga survei Pusat Riset Indonesia (PRI) mengumumkan hasil survei nasional terkait satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja keduanya tergolong sangat tinggi, bahkan turut mendorong peningkatan elektabilitas Partai Gerindra.
Dari hasil survei tersebut, tercatat 82,44 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan, sementara 14,20 persen mengaku tidak puas, dan 3,36 persen lainnya memilih tidak memberikan pendapat.
Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup, mengatakan tingginya kepuasan publik tak lepas dari program-program merakyat yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Program Kesra Presiden Prabowo Disukai
Mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dan ibu hamil, Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program ketahanan energi, pangan, koperasi Merah Putih, serta pengurangan pajak yang baru-baru ini dijalankan.
“Kinerja Prabowo Subianto sudah bagus,” ujar dia.
Survei PRI memetakan program paling disukai publik. Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat menempati urutan pertama dengan 20,55 persen penilaian positif.
Disusul penegakan hukum dan pemberantasan korupsi 15,25 persen, perbaikan ketahanan energi 14,60 persen, dan pengentasan kemiskinan 11,36 persen.
Publik juga menilai positif program kesehatan gratis, pembangunan ekonomi kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih, hingga kebijakan perumahan untuk warga kecil.
“Tingkat kepuasan publik yang menyatakan puas sekitar 82,44 persen uraiannya sangat memuaskan 14,89 persen dan cukup memuaskan 67,55 persen; publik yang tidak puas sebesar 14,20 persen uraiannya tidak memuaskan 10,55 persen dan sangat tidak memuaskan 3,65 persen; namun masih terdapat masyarakat yang tidak memberikan pendapatnya alias tidak tahu/tidak sekitar 3,36 persen,” ucap dia.
Elektabilitas Partai Gerindra
Tingginya kepuasan publik disebut berdampak langsung pada elektabilitas Partai Gerindra. Deni menyebut elektabilitas partai Partai Gerindra melonjak tajam menjadi 22,13 persen, dari sebelumnya 13,22 persen pada Pemilu 2024.
“Gerindra mengalami tren positif dari saat pelaksanaan pemilu 2024 sebesar 13,22 persen, saat di survei periode Oktober 2025 ini meningkat menjadi sekitar 22,13 persen,” ucap dia.
Sementara itu, Partai Golkar menempati posisi kedua dengan 17,21 persen.
“Hal ini tidak lain dampak dari menguatnya dua instrumen, yakni sosok Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia sekaligus Menteri ESDM dan solidnya infrastruktur mesin partai Golkar,” tegas Deni.
Sebaliknya, PDIP justru mengalami penurunan elektabilitas, dari 16,72 persen menjadi 14,10 persen.
“PDIP mengalami penurunan menjadi 14,10 persen dari hasil pemilu 2024 16,72 persen, jadi penurunannya sekitar 2,62 persen,” ujar Deni.
Sementara itu, PKB tercatat 8,15 persen, disusul Demokrat dan PAN masing-masing 7,89 persen, NasDem 7,48 persen, dan PKS 6,15 persen.
“Hasil survei menunjukkan Demokrat juga mengalami kenaikan dampak dari kadernyaAHY ikut serta dalam kabinet menyukseskan program pemerintahan Prabowo Gibran. PAN tidak ketinggalan mengalami kenaikan atau trend positif dampak ketua umumnya Zulkifli Hasan masuk dalam kabinet Prabowo Gibran. Sementara data menunjukkan PKB, Nasdem dan PKS mengalami trend negatif atau penurunan,” ujar dia.
Menariknya, partai nonparlemen PSI menunjukkan tren positif, naik dari 2,81 persen di 2024 menjadi 4,25 persen pada Oktober 2025. Sebaliknya, PPP justru terjun bebas dari 3,87 persen menjadi 1,85 persen.
“Sementara masyarakat yang masih ngambang (swing vooters) belum menentukan sikap sekitar 2,38 persen,” ucap dia.(aLf/ aRSp)
Gen Z Takeaway
Satu tahun berjalan, duet Prabowo-Gibran ternyata sukses bikin mayoritas publik puas, bahkan sampai 82,44 persen menurut survei PRI. Program-program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan layanan kesehatan gratis jadi daya tarik utama yang dinilai paling “ngena” buat rakyat.
Fenomena ini nunjukin bahwa ketika kebijakan publik terasa langsung di level masyarakat, dampak politiknya pun bisa jadi multiplier effect yang signifikan.

