Sejarah Baru di Eropa! Vincent Kompany Ukir Rekor 16 Kemenangan Beruntun

Editor: A Cuwantoro
Rabu, 5 November 2025 | 09:44 WIB
Sejarah Baru di Eropa! Vincent Kompany Ukir Rekor 16 Kemenangan Beruntun
Vincent Kompany pelatih pertama di 5 liga top Eropa dengan 16 kemenangan beruntun di semua kompetisi. (Foto: IG @fcbayern)

astakom.com, JakartaVincent Kompany kembali mencuri perhatian dunia sepak bola Eropa. Pelatih muda asal Belgia itu sukses mengantarkan Bayern Munich meraih kemenangan 2-1 atas Paris Saint-Germain (PSG) dalam lanjutan Liga Champions di Parc des Princes, Rabu (5/11) dini hari WIB.

Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Bayern di puncak klasemen grup, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi Kompany. Ia menjadi manajer pertama dalam sejarah lima liga top Eropa yang memulai musim dengan 16 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Capaian tersebut melampaui rekor para pelatih top dunia seperti Pep Guardiola, Jürgen Klopp, dan Carlo Ancelotti.

Rangkaian kemenangan itu melibatkan pertandingan di Bundesliga, ajang piala domestik, dan kompetisi Eropa. Sejak pekan pertama musim ini, Bayern tampil konsisten dan dominan di bawah arahan Kompany. Mereka menunjukkan permainan agresif dalam menyerang, disiplin saat bertahan, dan efisien dalam memanfaatkan peluang, kombinasi yang menjadi ciri khas filosofi sepak bola modern sang pelatih.

Di bawah Kompany, Bayern memperlihatkan identitas taktik yang kuat. Mantan kapten Manchester City itu dikenal mengadopsi pendekatan berbasis positional play, gaya permainan yang menekankan penguasaan ruang dan rotasi pemain secara dinamis. Filosofi ini jelas terinspirasi dari Pep Guardiola, pelatih yang membentuknya selama tiga musim terakhir masa kariernya sebagai pemain di Etihad Stadium.

Musim lalu, Kompany sudah mulai menerapkan pola posisional dengan menugaskan pemainnya menjaga zona tertentu di lapangan. Namun, musim ini, sistem tersebut berkembang lebih fleksibel. Para pemain diberi kebebasan untuk berotasi antarposisi, membuat lawan kesulitan menjaga struktur pertahanan tanpa membuka celah di area berbahaya. Pendekatan ini menjadikan Bayern tampil lebih variatif dan sulit ditebak.

Menariknya, gaya permainan tersebut mengingatkan publik pada masa awal Guardiola di Bayern pada 2013. Bedanya, Kompany berhasil memadukan filosofi penguasaan bola ala Guardiola dengan agresivitas dan determinasi khas sepak bola Jerman, menghasilkan keseimbangan yang sejauh ini terbukti efektif.

Kemenangan atas PSG menjadi contoh nyata bagaimana sistem tersebut bekerja. Bayern unggul cepat lewat dua gol Luis Díaz pada menit ke-4 dan 34. Namun, pertandingan berubah setelah Díaz dikartu merah karena tekel keras terhadap Achraf Hakimi. Meski harus bermain dengan sepuluh pemain hampir sepanjang babak kedua, Bayern tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Kapten sekaligus kiper Bayern, Manuel Neuer, memuji mentalitas timnya setelah laga Rabu (5/11). “Kami menunjukkan di babak pertama bahwa kami adalah tim yang lebih baik. Di babak kedua, situasinya berubah karena kartu merah. Tapi kami bertarung bersama, dan itu yang membuat kami menang.” ujarnya.

Raihan 16 kemenangan beruntun ini bukan hanya tentang angka, melainkan simbol kebangkitan Bayern di bawah generasi baru pelatih muda Eropa. Kompany kini berdiri sejajar, bahkan melampaui, para pelatih papan atas dalam hal konsistensi awal musim. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum ini hingga akhir musim, sesuatu yang belum mampu dilakukan bahkan oleh para pendahulunya di Allianz Arena.

Gen Z Takeaway

Vincent Kompany lagi jadi sorotan setelah bawa Bayern München menang 2-1 atas PSG dan catat rekor 16 kemenangan beruntun sejak awal musim, sesuatu yang belum pernah dicapai pelatih mana pun di lima liga top Eropa! Di bawah arahannya, Bayern tampil agresif, disiplin, dan efisien, dengan gaya main modern ala Guardiola tapi lebih fleksibel dan berani. Meski sempat main dengan 10 orang, mereka tetap solid dan fokus sampai akhir. Kompany benar-benar nunjukin kalau dia bukan cuma mantan kapten legendaris, tapi calon pelatih top dunia berikutnya.

Bayern Munchen bayern munich Liga Champions Liga Jerman Vincent Kompany

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB