Berdalih untuk Visi Jangka Panjang, PSSI Mengaku 'Kerja Keras' dalam Tentukan Pelatih Timnas Senior

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 4 November 2025 | 19:13 WIB
Berdalih untuk Visi Jangka Panjang, PSSI Mengaku 'Kerja Keras' dalam Tentukan Pelatih Timnas Senior
PSSI Mengaku Sedang 'Kerja Keras' dalam Mencari Pelatih Timnas dengan Visi Sejalan [astakom/PSSI]

astakom.com, Jakarta - Patrick Kluivert sudah resmi dipecat dari pelatih Timnas Indonesia beberapa waktu lalu. Kurang lebih hampir sebulan kursi pelatih Timnas Sepak bola senior kosong. Spekulasi publik ramai membahas nama- nama kandidat pelatih Timnas Indonesia, hingga diperbincangkan di dunia maya. Beredar rumor di antara 6 sosok yang disebut-sebut bakal menakhodai skuad Garuda.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengaku tengah bekerja keras dalam menyeleksi calon pelatih Timnas Indonesia yang dinilai mampu membawa Timnas ke level kompetitif yang lebih tinggi, sekaligus memimpin proyek jangka panjang sepak bola nasional.

Situasi ini membuat Timnas Indonesia dipastikan tidak akan tampil pada FIFA Matchday bulan ini, karena belum ada sosok pelatih definitif yang dipercaya memimpin tim.

Sementara banyak nama pelatih berpengalaman mencuat dalam rumor, baik lokal maupun internasional, belum satu pun yang diumumkan resmi.

PSSI Ingin Pelatih dengan Visi yang Sejalan

Fokus PSSI saat ini bukan sekadar menemukan pelatih baru, tetapi memastikan sosok tersebut memiliki visi sejalan dengan peta jalan sepak bola nasional. Dalam waktu dekat, federasi akan menunjuk pelatih sementara untuk memimpin Timnas U-22 yang dipersiapkan menuju SEA Games 2025, sebagai pengganti agenda laga persahabatan senior di kalender FIFA November.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, menegaskan bahwa pihaknya masih dalam proses intens mencari pelatih baru untuk Timnas Indonesia.

“PSSI sedang bekerja keras mencari sosok pelatih senior yang akan memimpin Timnas Indonesia dalam jangka waktu panjang,” ujar Vivin, Senin (3/11/2025).

PSSI Berjanji akan Selektif

Ia juga menambahkan bahwa keputusan ini akan diambil secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek teknis, filosofi permainan, hingga rencana pembinaan jangka panjang.

Menurut Vivin, pengalaman sebelumnya bersama Patrick Kluivert menjadi pelajaran penting bahwa pembangunan prestasi tidak bisa dilakukan secara instan.

“PSSI akan lebih selektif dalam memilih pelatih Timnas Indonesia. Kami meminta semua pihak untuk bersabar, karena proses pemilihan pelatih senior putra ini dilakukan dengan sangat matang,” ujarnya.

PSSI Tekankan Bukan Hanya Soal Biaya

Lebih lanjut, Vivin menekankan bahwa pencapaian dalam sepak bola adalah investasi jangka panjang.

“Kami ingin mengingatkan kembali, prestasi itu adalah investasi. Ini bukan cuma masalah biaya, tapi juga membutuhkan waktu dan strategi yang pas,” ucapnya.

Ia menegaskan, PSSI kini menempatkan pembangunan sistem pembinaan dan tim nasional sebagai prioritas utama dalam roadmap sepak bola nasional. (aLf/aRSp)

Gen Z Takeaway

PSSI lagi di fase “reset” serius buat nyari pelatih baru Timnas yang nggak cuma jago strategi, tapi juga nyambung sama visi jangka panjang sepak bola Indonesia. Jadi, meski FIFA Matchday bulan ini kosong dulu, fokusnya sekarang bukan ke hasil instan, tapi ke fondasi yang kuat buat masa depan.

Kayak kata Exco PSSI, Vivin Cahyani, prestasi itu investasi, bukan soal biaya doang, tapi konsistensi, filosofi, dan waktu buat ngebangun sistem yang tahan lama.

Calon Pengganti Patrick Kluivert Patrick Kluivert Pelatih Timnas PSSI Timnas Indonesia Vivin Cahyani

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB