Berkat Presiden Prabowo, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lebih Efisien dan Tepat Sasaran
astakom.com, Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan keberpihakannya pada petani, salah satunya adalah dengan perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi.
Hal tersebut selaras dengan visi besar Presiden Prabowo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Melalui tata kelola pupuk bersubsidi yang baik, para petani dapat dengan mudah memperoleh pupuk dengan harga terjangkau, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil produksi pangan mereka.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi memastikan akan menjalankan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. “Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Sabtu (1/11/2025).
Sebagaimana diketahui, penyaluran pupuk bersubsidi kini dilakukan berdasarkan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagai aturan pelaksanaannya.
Untuk memastikan prinsip tersebut terlaksana, Pupuk Indonesia terus memperkuat sistem digitalisasi di seluruh rantai bisnis, mulai dari pabrik hingga kios pengecer atau Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS).
“Tidak hanya tata kelola korporasi, PI juga melakukan pembenahan pada tata kelola penyediaan pupuk,” ujar Rahmad.
"Untuk itu kami mendorong petani di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi yang tahun ini dialokasikan Pemerintah sebesar 9,55 juta ton,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Pupuk Indonesia sebagai perusahaan milik negara juga berkomitmen untuk memastikan stok pupuk bersubsidi bagi para petani, utamanya saat musim tanam akhir tahun ini.
Rahmad telah memastikan ketersediaan sebanyak 1,2 juta ton, tepatnya 1.200.679 ton pupuk bersubsidi yang dapat digunakan para petani pada musim tanam tahun ini.
Dia menyebut, bahwa angka tersebut telah mencapai 259 persen dari ketentuan minimum pemerintah, atau hampir tiga kali lipat lebih banyak dari stok wajib yang harus disiapkan.
Berdasarkan data per 30 September 2025, Pupuk Indonesia mencatat total stok pupuk bersubsidi nasional terdiri dari:
- Urea: 510.262 ton
- NPK: 610.649 ton
- NPK Formula Khusus/Kakao: 14.316 ton
- ZA: 8.759 ton
- Pupuk Organik: 56.693 ton
"Kami berharap pelaksanaan musim tanam Oktober–Maret bisa berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Indonesia,” tutup Rahmad.
Gen Z Takeaway
Berkat gebrakan Presiden Prabowo, sekarang penyaluran pupuk bersubsidi jadi makin rapi, cepat, dan tepat sasaran! Pemerintah lewat Pupuk Indonesia udah jalanin sistem baru berbasis digital biar pupuk sampai langsung ke tangan petani yang bener-bener butuh — tanpa ribet dan tanpa bocor sana-sini.Semua ini diatur lewat Perpres No. 6/2025 dan Permentan No. 15/2025, yang bikin tata kelola pupuk makin efisien. Tahun ini aja, stok pupuk subsidi yang disiapin gila-gilaan: 1,2 juta ton, alias 259 persen dari batas minimal. Tujuannya jelas — biar petani makin produktif, panen makin melimpah, dan Indonesia beneran bisa jadi lumbung pangan dunia, bukan cuma wacana.










