BI Luncurkan Program Katalis P2DD untuk Percepat Digitalisasi Pemda

Editor: Khoirudin
Jumat, 31 Oktober 2025 | 13:34 WIB
BI Luncurkan Program Katalis P2DD untuk Percepat Digitalisasi Pemda
Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) dan IFSE di JICC, Kamis 30 Oktober 2025. (Foto: Bank Indonesia)

astakom.com, Jakarta — Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan program baru bertajuk Peningkatan Kapasitas serta Literasi Sinergi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Katalis P2DD).

Program tersebut diluncurkan dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (30/10/2025).

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas, literasi, dan sinergi digitalisasi daerah karena pemerintah daerah memegang peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.

“Pemerintah daerah memegang peranan strategis mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di seluruh penjuru Indonesia,” ujar Perry dalam keterangannya, dikutip astakom.com, Jumat (31/10/2025).

Dengan Katalis P2DD, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik pertumbuhan ekonomi daerah, tapi juga dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Perry menuturkan, program Katalis P2DD sejalan dengan visi besar yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan transformasi digital ekonomi dan keuangan baik di tingkat nasional maupun daerah.

Dia menyebut, inisiatif ini menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan berbagi praktik terbaik dalam penerapan digitalisasi keuangan daerah secara adaptif dan berkelanjutan.

“Program Katalis P2DD ini dirancang sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, berbagi praktik terbaik dalam mengimplementasikan digitalisasi keuangan daerah secara terarah dan adaptif,” kata Perry.

Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 590 dari total 640 pemerintah daerah di Indonesia telah melakukan digitalisasi melalui program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

“Kita bersyukur Pak Menko, Pak Mendagri, terima kasih dari tim P2DD, tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah. Sekarang sekitar 590 pemda dari 640-an sekian sudah didigitalisasi,” ujarnya.

Melalui Katalis P2DD ini, BI berharap penetrasi digitalisasi di tingkat daerah semakin kuat, mencakup peningkatan SDM, literasi keuangan digital, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.

“Katalis P2DD dengan harapan ini akan memperkuat, memperluas digitalisasi di daerah, SDM pemerintah daerah, literasi digitalisasi transaksi keuangan, kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan publik,” jelas Perry.

Menutup sambutannya, Perry mengajak seluruh lembaga dan pemerintah daerah untuk saling bersinergi memperkuat transformasi ekonomi digital nasional.

“Melalui FEKDI IFSE 2025 ini, mari kita wujudkan ekonomi dan keuangan digital Indonesia dan daerah yang berdaya tahan, inklusif, inovatif, dan berdaulat menuju Indonesia maju ke depan, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Gen Z Takeaway

Bank Indonesia (BI) baru aja nge-launch program Katalis P2DD, yang basically jadi game plan buat nge-boost digitalisasi di level pemerintah daerah. Gubernur BI, Perry Warjiyo, bilang kalau pemda itu punya peran strategis banget dalam nge-drive pertumbuhan ekonomi dan ningkatin kualitas layanan publik biar makin efisien dan transparan.

Program ini bukan cuma soal go digital, tapi juga soal upgrade skill, literasi finansial, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik. Sekarang udah 590 dari 640 pemda yang nyemplung ke ekosistem digital, dan Katalis P2DD bakal jadi ruang kolaborasi buat sharing best practice antar daerah.

Bank Indonesia BI Digitalisasi Katalis P2DD keuangan Pemda Perry Warjiyo

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB