Presiden Prabowo Gaspol Ekonomi RI, Target 12 Juta Lapangan kerja Baru dari Program KUR
astakom.com, Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto semakin memperkuat komitmennya dalam mendorong penyerapan tenaga kerja yang seluas-luasnya, guna menghadapi peluang bonus demografi.
Deputi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menyampaikan, bahwa salah satu upaya pemerintah adalah melalui peningkatan akses pembiayaan kredit.
Dia menyebut, bahwa program pembiayaan, program kredit usaha rakyat (KUR) misalnya, terbukti ampuh menyerap lebih banyak tenaga kerja. Ia pun merujuk data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Untuk KUR sendiri misalnya dalam beberapa penelitiannya BRIN, setiap satu debitur itu menyerap tenaga kerja paling tidak 3 orang begitu ya," kata Ferry dalam paparannya di acara Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Adapun secara historis, Ferry menyebut jumlah debitur KUR per tahunnya mencapai 4 juta orang. Dengan begitu, dari program pembiayaan KUR saja serapan tenaga kerja diharapkan bisa mencapai 12 juta tenaga kerja.
"Kalau kita lihat historical-nya, KUR itu debiturnya sekitar 4 juta debitur per tahun. Jadi dengan demikian kita harapkan paling tidak ada 12 juta serapan tenaga kerja yang bisa kita lakukan," terangnya.
Lebih lanjut, Ferry menyebut, pemerintah telah menyediakan plafon pembiayaan kredit yang dapat diakses masyarakat, dengan besaran hingga mencapai Rp300 triliun.
Plafon pembiayaan tersebut tersedia dalam banyak program, baik itu KUR, kredit alat produksi pertanian (alsintan), kredit investasi untuk sektor padat karya, hingga kredit program perumahan.
"Ini kita harapkan bisa meningkatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat dii satu sisi, tetapi kemudian juga dapat mendorong pertumbuhan maupun penciptaan lapangan kerja," ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah dalam rangka mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memacu pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, Ferry menegaskan pihaknya untuk mendorong sektor padat karya yang selama ini menyumbang perekonomian nasional agar lebih ekspansif.
Dalam hal itu, Ferry menyebut pihaknya telah menerbitkan sejumlah kebijakan, baik dari sisi fiskal yang meliputi pembebasan PPh 21 untuk pekerja industri padat karya. Skema pembiayaan produktif berbunga rendah, deregulasi untuk meningkatkan daya saing dan mempercepat investasi, serta kebijakan perdagangan internasional.
"IU-CEPA misalnya dengan tarif yang kompetitif, kita harapkan ini bisa membuka akses untuk beberapa industri padat karya kita, apakah TPT, alas kaki, maupun furnitur," pungkasnya.
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi ngebut banget nih ngegas ekonomi biar tenaga kerja makin terserap, apalagi buat nyambut bonus demografi. Lewat program kayak KUR (Kredit Usaha Rakyat), tiap satu penerima kredit aja bisa nyiptain kerjaan buat 3 orang! Bayangin, kalau ada 4 juta debitur per tahun, bisa buka 12 juta lapangan kerja baru.Biar makin ngebut, pemerintah juga siapin plafon pembiayaan sampai Rp300 triliun buat UMKM, pertanian, industri padat karya, sampai perumahan. Dan demi ekonomi tumbuh 8 persen kayak visi Prabowo, ada insentif pajak, bunga kredit rendah, plus deregulasi biar investasi makin gampang masuk









