Dilema Pemegang Saham Tesla: Pilih Elon Musk atau Bayar Kompensasi Gaji Fantastis

Editor: Khoirudin
Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Dilema Pemegang Saham Tesla: Pilih Elon Musk atau Bayar Kompensasi Gaji Fantastis
CEO SpaceX, Elon Musk. [astakom/TED]

astakom.com, Jakarta - Ketua Tesla Inc., Robyn Denholm mengingatkan pemegang saham untuk mempertimbangkan paket kompensasi baru bagi CEO Elon Musk senilai US$1 triliun. Menurutnya, Tesla berisiko kehilangan kepemimpinan Musk jika rencana tersebut tidak disetujui dalam rapat pemegang saham yang akan berlangsung 5 November mendatang.

Dalam surat yang dikirim kepada pemegang saham pada Senin (27/10) pagi waktu setempat, Denholm menegaskan bahwa peran Musk sangat vital bagi keberlanjutan dan kesuksesan Tesla. Surat itu menyusul imbauan serupa yang dikirim minggu lalu, di tengah meningkatnya perdebatan soal besarnya kompensasi yang akan diberikan kepada sang CEO.

“Jika kita gagal menumbuhkan lingkungan yang memotivasi Elon untuk mencapai hal-hal besar melalui rencana pembayaran-untuk-kinerja yang adil, kita berisiko dia melepaskan posisi eksekutifnya, dan Tesla mungkin kehilangan waktu, bakat, dan visinya, yang telah menjadi penting untuk memberikan pengembalian pemegang saham yang luar biasa,” tulis Denholm, dikutip dari VICE.

Adapun paket kompensasi dengan nilai fantastis itu terdiri atas 12 tahap besar opsi saham yang dikaitkan dengan target kinerja ambisius, termasuk peningkatan EBITDA Tesla, dari US$16,6 miliar di tahun lalu menjadi US$400 miliar, serta peningkatan kapitalisasi pasar dari US$1,44 triliun menjadi US$8,5 triliun.

Denholm menegaskan, rencana ini bukan sekadar bonus besar, melainkan strategi mempertahankan Musk agar tetap fokus pada kesuksesan jangka panjang Tesla di berbagai lini bisnis, seperti otomotif, penyimpanan energi, robotika, dan kendaraan otonom.

Denholm mengklaim Tesla dapat "kehilangan nilai yang signifikan” jika Musk pergi, karena kepemimpinannya dibutuhkan untuk menggembalakan perusahaan melalui bisnis otomotif, robotika, penyimpanan energi, dan mengemudi otonomnya.

Namun, rencana tersebut menuai kritik keras dari dua lembaga penasihat proxy independen, Glass Lewis dan ISS. Keduanya meminta pemegang saham tidak menyetujui paket kompensasi Musk, dengan alasan nilai tersebut berpotensi merugikan pemegang saham lain.

Sebelumnya, Musk secara terbuka menyerang lembaga-lembaga tersebut, dengan menyebut mereka tidak memahami realitas bisnis Tesla.

“Saya hanya merasa tidak nyaman membangun pasukan robot di sini dan kemudian digulingkan karena beberapa rekomendasi bodoh dari ISS dan Glass Lewis, yang tidak memiliki petunjuk. Maksudku, orang-orang itu adalah teroris perusahaan,” kata Musk.

Adapun dalam surat yang dikirim ke para pemegang saham, Denholm menutupnya dengan menegaskan bahwa tidak ada sosok lain yang bisa menggantikan Musk dalam membawa Tesla ke puncak pertumbuhan berikutnya, baik secara bisnis maupun dampak sosial.

“Saya merasa seperti halnya rekan-rekan saya yang lain di dewan kami, bahwa Elon secara tunggal memiliki karakteristik kepemimpinan dan pengetahuan manufaktur teknis untuk membuat kami tetap berada di jalan menuju memaksimalkan nilai pemegang saham jangka panjang serta kebaikan sosial,” kata Denholm.

Adapun para pemegang saham kini dihadapkan pada dilema besar antara mempertahankan Musk, atau menelan pil pahit potensi kerugian besar. Para pemegang saham memiliki waktu hingga 11:59 pagi ET untuk memberikan suara mereka atas kompensasi Musk yang fantastis itu.

Gen Z Takeaway

Drama Tesla makin panas! Ketua Tesla, Robyn Denholm, ngingetin para pemegang saham kalau perusahaan bisa “kehilangan” Elon Musk kalau paket kompensasi senilai US$1 triliun gak disetujui. Katanya, Musk itu kunci utama kesuksesan Tesla — dari mobil listrik, robotika, sampai AI otonom. Tapi di sisi lain, dua lembaga pengawas saham besar, Glass Lewis dan ISS, bilang nilai itu gila-gilaan dan bisa ngerugiin investor lain.

Musk pun gak tinggal diam, nyerang balik mereka dengan gaya khasnya yang blak-blakan. Sekarang pemegang saham lagi di persimpangan: pilih jaga Musk biar Tesla terus ngegas, atau rem dulu biar gak kebablasan kasih gaji setara anggaran negara kecil.

Elon Musk Kompensasi Gaji Elon Musk Robyn Denholm Saham Tesla Tesla

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB