Penyaluran Kredit Bank Mandiri Rp1.764,32 triliun Ciptakan Multiplier Efect ke Rakyat

Editor: Khoirudin
Senin, 27 Oktober 2025 | 22:30 WIB
Penyaluran Kredit Bank Mandiri Rp1.764,32 triliun Ciptakan Multiplier Efect ke Rakyat
Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: BMRI)

astakom.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) mencatatkan kinerja positif di triwulan III-2025, utamanya dalam penyaluran kredit mereka. Tercatat, penyaluran kredit konsolidasi perusahaan perbankan pelat merah itu mencapai Rp1.764,32 triliun, atau tumbuh 11 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini menyebut, kinerja tersebut mencerminkan keunggulan intermediasi Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan yang berorientasi pada produktivitas dan penciptaan nilai tambah ekonomi.

Realisasi tersebut, kata dia, mempertegas komitmen emiten perbankan berkode saham BMRI itu dalam memperkuat sektor padat karya dan ekonomi kerakyatan, selaras dengan visi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kredit yang disalurkan di sektor-sektor ini terbukti memberikan multiplier effect terhadap lapangan kerja dan daya beli masyarakat,” kata Novita dalam Paparan Publik Kinerja Kuartal III 2025 di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Pertumbuhan kredit tersebut berhasil dicapai Bank Mandiri, dengan manajemen risiko yang tetap terjaga. Hal itu tercermin pada rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross bank only per akhir September, yang tercatat sebesar 1,03 persen.

Ia menegaskan, Bank Mandiri akan terus menjadi mitra bagi pelaku usaha untuk memperluas kapasitas dan daya saing melalui pembiayaan yang berkelanjutan. “Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama kami," ujar Novita.

"Bank Mandiri memastikan setiap langkah ekspansi dijalankan secara terukur dan selaras dengan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik untuk menjaga kualitas aset dan kinerja perseroan," lanjutnya.

Dana Pemerintah Tersalurkan Optimal
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo melaporkan dana SAL (Saldo Anggaran lebih) yang disalurkan kepada Bank Mandiri telah tersalurkan optimal untuk pembiayaan produktif pada sektor -sektor berorientasi ekspor, padat karya, serta UMKM.

“Amanah tersebut kami tunaikan dengan menjangkau lebih dari 15 sektor strategis nasional di antaranya sektor-sektor yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan energi,” katanya saat memaparkan Kinerja Kuartal III 2025 secara virtual, Senin (27/10/2025).

Secara lebih rinci, Totok memastikan penyaluran kredit yang bersumber dari dana SAL pemerintah ini tersebar secara merata di 37 provinsi di seluruh wilayah Indonesia, dengan cakupan lebih dari 24 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan, seluruh penyaluran tersebut dijalankan dengan prinsip kehati-hatian serta pelaporan yang transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengingat sumber pendanaan berasal dari penempatan pemerintah dengan cost of fund yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata pasar.

Gen Z Takeaway

Bank Mandiri lagi on fire banget! Di kuartal III-2025, mereka berhasil nyalurin kredit jumbo senilai Rp1.764 triliun, naik 11 persen dari tahun lalu. Nggak cuma angka doang, tapi dampaknya real ke rakyat karena kreditnya banyak masuk ke sektor padat karya, ekspor, dan UMKM yang ngasih multiplier effect: nyiptain lapangan kerja, ningkatin daya beli, dan ngedorong ekonomi lokal.

Plus, Mandiri tetap main aman dengan NPL cuma 1,03 persen, artinya mereka growth-nya rapi dan sehat. Dana SAL dari pemerintah juga udah disebar ke 37 provinsi dan 24 ribu UMKM, literally duit negara beneran kerja buat rakyat. Intinya, Bank Mandiri lagi ngegas jadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan versi clean, produktif, dan sustain.

Bank Himbara Bank Mandiri BUMN Kredit Perbankan Likuiditas Bank Saldo Anggaran Lebih

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB