Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

Editor: Khoirudin
Senin, 20 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Nasional
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya. (Foto: Kemenekraf)

astakom.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya mengaku berhasil membawa sektor ekonomi kreatif naik kelas, dari sekadar pelengkap pembangunan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui langkah strategis yang ditempuh KemenEkraf melalui pemetaan potensi 17 subsektor kreatif di berbagai daerah, menunjukkan potensi ekonomi kreatif yang begitu tinggi.

Dia menegaskan, ekonomi kreatif terbukti efektif dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi sektor kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Filosofi Kementerian Ekraf selama satu tahun berjalan adalah menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky dalam keterangannya, dikutip astakom.com, Minggu (19/10/2025).

Menekraf Teuku Riefky menjelaskan, struktur Kabinet Merah Putih, KemenEkraf memiliki empat Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu sumbangan terhadap PDB, ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan investasi.

Dari empat indikator tersebut, lanjutnya, satu di antaranya telah berhasil melampaui target nasional, yakni penciptaan lapangan kerja. Capaian itu tak lepas dari kekuatan kreativitas lokal di berbagai wilayah Indonesia.

“Para pegiat ekonomi kreatif di berbagai daerah memiliki talenta luar biasa. Kreativitas mereka mampu membuka lapangan kerja berkualitas di daerah masing-masing dan menggerakkan perekonomian lokal,” ujarnya.

Kinerja ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar industri hiburan atau tren digital, tetapi sektor strategis yang memberi kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inklusi daerah.

Kolaborasi Jadi Jurus Pamungkas

Keberhasilan KemenEkraf tak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada strategi kolaborasi lintas sektor yang menjadi ciri khas kepemimpinan Teuku Riefky.

Ia menilai tantangan industri kreatif yang kian kompleks tak bisa dijawab oleh pemerintah semata. Maka dari itu, kementeriannya gencar menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, dari akademisi, komunitas, swasta, hingga lembaga keuangan.

“Kami menjawab tantangan industri kreatif melalui kolaborasi dengan akademisi, swasta, komunitas, media, dan lembaga keuangan,” tegasnya.

Salah satu wujud konkret dari semangat kolaboratif itu adalah program Asta Ekraf, yang berfungsi sebagai wadah sinergi antara para pelaku kreatif lintas sektor. Program ini disebut menjadi katalis utama pencapaian indikator kerja KemenEkraf dalam satu tahun terakhir.

Momentum keberhasilan ini diperkuat dengan peluncuran Ekraf Hub, platform digital yang dirancang sebagai ruang kolaborasi terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor.

KemenEkraf menargetkan, kehadiran Ekraf Hub mampu meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif hingga Rp 1.532 triliun terhadap PDB nasional. Sehingga diharapkan menjadi “rumah digital” bagi ekosistem kreatif nasional, sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

“Kompleksitas dan tingginya permintaan kolaborasi kami wadahi dalam Ekraf Hub agar semua pihak bisa terhubung dan berkontribusi,” pungkas Teuku Riefky.

Gen Z Takeaway

Ekonomi kreatif nggak cuma jadi “anak tiri” pembangunan, tapi resmi naik kasta jadi mesin utama ekonomi nasional! Menekraf Teuku Riefky beneran ngegas — dari mapping 17 subsektor kreatif di berbagai daerah sampai bikin platform Ekraf Hub buat nyatuin pemerintah, kreator, dan investor dalam satu ekosistem digital.

Intinya, kreativitas bukan lagi sekadar hobi atau konten, tapi karier yang bisa ngangkat ekonomi bangsa. Dengan target kontribusi Rp 1.532 triliun ke PDB, ekonomi kreatif bukan cuma “ngonten buat viral,” tapi “ngonten buat nasional.”

Ekonomi Kreatif Ekraf Hub Kemenekraf Kementerian Ekonomi Kreatif Pertumbuhan Ekonomi Teuku Riefky Harsya

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB