Media Asing Soroti Proyeksi Dividen Danantara Rp165 Triliun untuk 5 Tahun
LIPUTAN EDISI 1 TAHUN PRESIDEN PRABOWO
astakom.com, Jakarta - Indonesia melalui badan pengelola investasinya BPI Danantara, berencana mulai menyalurkan modal investasi sebelum akhir 2025.
Dilansir dari bloomberglaw.com, Sunata Tjiterosampurno, Senior Director Danantara Indonesia menyampaikan,
"Sebagian dana dari dividen perusahaan negara serta penerbitan obligasi perdana akan dipakai dalam lebih dari 50 kesepakatan investasi, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah, dengan mitra asing ikut dilibatkan" ucapnya.Target Perolehan Dividen
Sementara itu, dilansir dari laman The Bussiness Times, CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut bahwa dalam kurun lima tahun ke depan, lembaga tersebut menargetkan perolehan dividen senilai US$ 7 hingga US$ 10 miliar, seiring upaya restrukturisasi perusahaan negara (BP BUMN) yang mempermudah konsolidasi dan peningkatan performa.
Di sisa tahun berjalan 2025, SUPER holding Danantara mengelola aset dari puluhan BUMN dan diperkirakan akan menerima sekitar US$ 7 miliar sebagai dividen.
Ekspansi Investasi
The Bussiness Timesa juga menyoroti mbisi dan rencana ekspansi investasi BP Danantara:
Dengan dana dividen dan pinjaman, BP Danantara merasa yakin dapat meningkatkan kapasitas investasi hingga US$ 200–250 miliar selama periode kedepan.
Restrukturisasi BUMN & Investasi Tanpa Utang
Di sisi manajemen operasional, restrukturisasi BUMN dari sekitar 1.000 menjadi sedikitnya 200 entitas diupayakan agar portofolio lebih efisien dan berdaya saing tinggi dalam jangka panjang.
Dua media asing tadi pada ulasan topik Bisnisnya hari ini juga mengupas rencana proyeksi investasi BP Danantara.
"Rosan menjelaskan bahwa dengan target dividen yang ambisius ini, Danantara berpotensi memperluas kapasitas investasinya menjadi sebesar US$40 miliar, atau sekitar Rp664 triliun" tulis BloombergLaw dan The Bussiness Times
Rosan menekankan bahwa peningkatan kapasitas investasi tersebut dapat dicapai tanpa menggunakan utang (leverage), melainkan murni didasarkan pada ekuitas.
Namun, Rosan menambahkan bahwa apabila Danantara memanfaatkan leverage (Dana Pinjaman Investasi) lima kali lipat, kapasitas investasinya secara keseluruhan bisa meroket.
Jika skenario skema leverage dalam pandangan pimpinan BP Danantara in berjalani, ia memprediksi total kapasitas investasi mencapai US$200–US$250 miliar, atau Rp4.150 triliun, dalam periode lima tahun mendatang.
Soverreign Wealth Negara Asing
Untuk mencapai target ambisius ini, Danantara telah menjalin kerja sama pendanaan dengan beberapa Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) dari berbagai negara luar.
Rosan mengungkapkan bahwa saat ini, Danantara telah memiliki dana bersama (joint funds) dengan Qatar Investment Authority (QIA) dan Tiongkok.
Selain itu, kemitraan juga sedang dalam tahap finalisasi dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi.
Rosan optimistis, kolaborasi ini akan membuka lebih banyak peluang investasi dan berkontribusi positif pada percepatan pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.(aRSp-aLv)
Gen Z Takeaway
BPI Danantara lagi nunjukin vibe optimis banget, targetnya bukan kaleng-kaleng: nyetor dividen ke negara sampai US$10 miliar (Rp165 triliun) dalam lima tahun ke depan. CEO Rosan Roeslani bilang, potensi investasi bisa tembus US$40 miliar tanpa utang, bahkan bisa naik lima kali lipat kalau pakai leverage. Kolaborasi dengan dana kekayaan negara dari Qatar, Tiongkok, UEA, dan Arab Saudi juga makin nguatkan posisi Danantara sebagai pemain kunci di ekosistem investasi global. Intinya, ini langkah strategis buat dorong ekonomi Indonesia naik kelas tanpa ngandelin utang.










