Purbaya Siap 'Putihkan' Rapor SLIK Calon Pembeli Rumah Subsidi
astakom.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa berencana bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas rencana pemutihan data calon pembeli rumah bersubsidi di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), guna mempercepat akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Sebagai informasi, SLIK OJK merupakan sistem yang menyajikan riwayat kredit debitur dari berbagai lembaga keuangan, dan menjadi acuan utama dalam menilai kelayakan kredit seseorang. Sistem ini dulunya dikenal sebagai BI Checking yang dikelola oleh Bank Indonesia (BI).
Menurut Purbaya, banyak calon debitur rumah bersubsidi yang terkendala kredit macet bernilai kecil di bawah Rp1 juta, sehingga gagal mengakses program pembiayaan rumah dari pemerintah. Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), jumlahlnya mencapai lebih dari 100 ribu orang.
“Nah, itu kita akan meeting dengan OJK nanti. Jadi saya minta tadi, hari Senin, Pak Heru dari Tapera menulis betul ada 100 ribu lebih orang yang seperti itu. Dia bilang 100 ribu, biasanya kalau diputihkan di bawah Rp1 juta, dan katanya pengembang yang membayar, ya itu bagus,” ujar Purbaya, dikutip astakom.com, Rabu (15/10).
Pertemuan dengan OJK dijadwalkan digelar pekan depan dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Purbaya menargetkan keputusan terkait kebijakan pemutihan tersebut dapat diambil dalam waktu dekat.
“Saya mau ngomong dengan OJK seperti apa nanti. Senin dia akan rapat dengan saya, di minggu depan Kamis, mungkin saya akan ke OJK, atau rapat di KSSK dengan OJK. Di minggu depannya sudah clear,” kata Purbaya.
Selain membahas SLIK, Purbaya juga menyinggung target program pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang mencapai 350 ribu unit pada 2026. Ia memastikan Kementerian Keuangan siap mendukung penuh pembiayaan untuk MBR selama penyerapan anggaran berjalan optimal.
“Saya mau lihat akhir bulan seperti apa. Nanti kalau bagus, ya kita enggak ambil uangnya. Tapi kalau ada masalah, ya kita pindahkan ke tempat lain dulu,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyambut baik inisiatif Menkeu. Ia menilai kebijakan pemutihan data di SLIK akan mengurai hambatan administratif yang selama ini dikeluhkan para pengembang perumahan rakyat.
“Beliau berkenan untuk membantu nanti dengan OJK, untuk bisa membantu menyelesaikan, memberikan jalan keluar dengan kebijakan dari KSSK atau dari Menteri Keuangan, sehingga nanti dari segi demandnya bisa terselesaikan,” ujar Maruarar.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap akses pembiayaan rumah subsidi menjadi lebih inklusif, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini tersandung oleh catatan kredit mikro.
Gen Z Takeaway
Akhirnya ada kabar cerah buat kamu yang pengin punya rumah tapi sempat “nyangkut” di BI Checking karena utang receh di bawah sejuta. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa lagi push OJK buat “memutihkan” data calon pembeli rumah subsidi yang gagal lolos kredit gara-gara catatan kecil di SLIK.Tujuannya simpel tapi impactful: biar lebih dari 100 ribu orang berpenghasilan rendah (MBR) bisa dapet akses pembiayaan rumah tanpa dibayang-bayangi “rapor merah” yang nggak seberapa. Pemerintah lagi ngebut bikin kebijakan ini lewat forum KSSK, dan kalau lancar, jalan menuju rumah subsidi makin terbuka lebar.










