Garin Nugroho dan Didit Hediprasetyo Hadirkan Keindahan Budaya Lewat Film Pendek Jejak Rasa Yogyakarta

Editor: Friska Dwi
Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Garin Nugroho dan Didit Hediprasetyo Hadirkan Keindahan Budaya Lewat Film Pendek Jejak Rasa Yogyakarta
Maudy Ayunda di film Jejak Rasa Yogyakarta. (Foto: Ist.)

astakom.com, Jakarta - Sutradara visioner Garin Nugroho kembali melahirkan karya sinematik yang memadukan seni, budaya, dan filosofi lokal lewat film pendek terbarunya berjudul Jejak Rasa Yogyakarta.

Film berdurasi enam menit ini tayang perdana di ajang internasional Expo 2025 Osaka Kansai, Jepang, yang mempertemukan ratusan negara dalam perayaan inovasi dan kebudayaan dunia.

Menggandeng Didit Hediprasetyo sebagai produser eksekutif, Jejak Rasa Yogyakarta menjadi kolaborasi yang mempertemukan dua tokoh besar dengan latar seni berbeda: Garin yang dikenal lewat sinema puitisnya, dan Didit yang memiliki reputasi global di dunia mode dan desain kreatif.

Sinema, Desain, dan Budaya Bersatu
Dalam film ini, Garin Nugroho merangkai potret Yogyakarta dengan gaya khasnya, yakni lembut, berlapis makna, dan sarat visual artistik. Kota budaya itu tampil bukan sekadar latar, tetapi sebagai “karakter” yang hidup: menampilkan kehangatan masyarakatnya, keelokan arsitektur, dan kekayaan kuliner yang menjadi warisan cita rasa Nusantara.

Peran Didit Hediprasetyo terasa kuat di balik produksi. Sebagai produser, Didit memberi sentuhan elegan dalam setiap elemen visual, mulai dari tata busana hingga atmosfer sinematiknya.

Visi estetiknya memperkuat pesan Garin: bahwa keindahan Indonesia bisa diterjemahkan melalui perpaduan budaya, fashion, dan sinema tanpa kehilangan akar tradisi.

Film ini juga dibintangi oleh Maudy Ayunda, yang berperan sebagai wisatawan lokal. Ia tampil menawan dalam balutan kebaya, menari, berinteraksi dengan seniman, hingga menjelajahi ikon-ikon kota seperti Tugu Yogyakarta, Candi Ratu Boko, dan Prambanan.

Semua adegan terjalin dalam narasi yang lembut, penuh kehangatan, dan menggugah rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

Tak hanya pada visual, kekuatan film juga hadir lewat musik. Lagu legendaris Yogyakarta milik KLa Project digubah ulang oleh Tohpati, menghadirkan suasana baru yang nostalgis namun modern.

Alunan gitar khas Tohpati berpadu dengan sinematografi Garin menciptakan pengalaman menonton yang syahdu dan emosional.

Melalui unggahan Maudy Ayunda di media sosial, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Garin Nugroho dan Didit Hediprasetyo yang mempercayakannya menjadi bagian dari film ini.

Maudy menyebut Jejak Rasa Yogyakarta sebagai “film yang merayakan tradisi dan budaya kuliner Indonesia.”

Dengan perpaduan visi Garin Nugroho dan kepekaan artistik Didit Hediprasetyo, Jejak Rasa Yogyakarta tidak sekadar menjadi film pendek, melainkan karya seni yang menampilkan keindahan budaya Indonesia dalam bahasa visual yang elegan dan mendunia.

Gen Z Takeaway

Film pendek Jejak Rasa Yogyakarta jadi kolaborasi keren antara sutradara Garin Nugroho dan desainer sekaligus produser eksekutif Didit Hediprasetyo, yang bareng-bareng ngebawa keindahan budaya Indonesia ke panggung dunia lewat Expo 2025 Osaka Kansai.

Dengan visual estetik khas Garin, sentuhan elegan Didit, dan aransemen ulang lagu Yogyakarta oleh Tohpati, film ini jadi perpaduan seni, fashion, dan musik yang memanjakan mata sekaligus bikin bangga sama identitas budaya Indonesia.

Didit Hediprasetyo Garin Nugroho Jejak Rasa Yogyakarta Maudy Ayunda Tohpati

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB