Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Indonesia Bisa Cuan Gede dari Ancaman Tarif Trump 100 Persen ke China

astakom.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif 100 persen terhadap barang-barang asal China justru bisa menjadi peluang emas bagi Indonesia.

Menurutnya, langkah proteksionis AS tersebut dapat membuka ruang bagi komoditas ekspor Indonesia, seperti tekstil, alas kaki, dan produk elektronik untuk memperluas pasar di Negeri Paman Sam.

“Kalau kita lihat kan, kalau China dikenakan tarif 100 persen kan barang kita jadi lebih bersaing di Amerika, untuk itu kita untung. Biar saja mereka berantem, kita untung,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip astakom.com, Senin (13/10).

Purbaya menambahkan, meski ketegangan perdagangan antara AS dan China bisa memicu sentimen campuran di pasar keuangan Indonesia, dampak jangka panjangnya diperkirakan positif terhadap kinerja ekspor nasional.

“Ke IHSG harusnya positif. Kenapa? Mungkin ada sentimen negatif di pasar ya, gara-gara pasar sana jatuh,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, Donald Trump berjanji akan mengenakan tarif baru sebesar 100 persen terhadap barang-barang dari China. Selain itu, ia juga berencana membatasi ekspor “perangkat lunak penting” ke Beijing sebagai respons atas kebijakan pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth) oleh pemerintah China.

Kebijakan tarif Trump tersebut rencananya akan mulai diberlakukan pada 1 November 2025 mendatang atau lebih cepat, tergantung pada langkah lanjutan dari pihak China.

Sebagai respons atas keputusan Trump tersebut, Beijing pada Kamis (9/10) mengumumkan kebijakan baru yang memperketat ekspor unsur tanah jarang dan melarang kerja sama dengan perusahaan asing tanpa izin pemerintah terlebih dahulu.

Kementerian Perdagangan China menyebut langkah tersebut dilakukan demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional, termasuk pengendalian teknologi pemrosesan, produksi material magnetik, hingga daur ulang sumber daya strategis.

Gen Z Takeaway

Drama dagang AS-China makin panas, tapi Indonesia malah bisa jadi “pemenang diam-diam”. Kalau produk China dibikin mahal, barang kita bisa masuk ke pasar AS lebih gampang. Jadi ya… biar mereka ribut, kita cuan!

Feed Update

Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor

astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi...

Petani Pasuruan Happy! Pupuk Murah Kini Tersedia di Kopdes

astakom.com, Jakarta - Pupuk dengan harga murah kini bisa dibeli dengan mudah oleh Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebab...

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...