OJK dan Kemenkeu Bentuk Tim Kerja Dorong Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia

Editor: Khoirudin
Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:37 WIB
OJK dan Kemenkeu Bentuk Tim Kerja Dorong Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbitkan POJK November 2025. terkait Rekening Dormant di Perbankan (Foto: OJK/ astakom.com)

astakom.com, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membentuk tim kerja lintas lembaga untuk memperkuat dan mempercepat pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar menjelaskan, tim tersebut akan dibentuk untuk menindaklanjuti berbagai isu dan perhatian yang muncul di pasar.

“Kami melihat bahwa perlu dibuat semacam satu Tim Kerja untuk melihat beberapa isu, hal-hal concern (perhatian) yang sudah diangkat tadi untuk bisa ditindaklanjuti,” ujar Mahendra di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10).

Dari pihak OJK, tim ini akan berada di bawah koordinasi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi. Sementara dari Kemenkeu, kerja sama akan diinisiasi melalui Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Masyita.

“Kemudian, bersama-sama dengan tim SRO (Self-Regulatory Organization) dan asosiasi-asosiasi yang ada di Bursa, untuk bisa meneruskan berbagai hal yang perlu ditindaklanjuti,” tambah Mahendra.

Inarno menegaskan, sinergi antara OJK dan Kemenkeu ini bertujuan memperkuat tata kelola (governance), meningkatkan kepercayaan investor, serta memperdalam pasar modal Indonesia.

“Saya rasa sangat penting, walaupun kita tahu saat ini terjadi pertumbuhan baik dalam IHSG. Tapi, tetap ini justru momentum yang penting untuk menjaga hal tadi,” ujar Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra berharap kebijakan Kemenkeu dapat memberikan dampak langsung terhadap sektor riil dan iklim investasi nasional.

“Jadi, banyak hal-hal yang sifatnya lebih strategis, lebih ekonomi makro. Tapi, yang khusus untuk teknis dan berkaitan dengan pasar modal, itu tadi Tim Kerja yang telah dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan komitmennya untuk memberikan insentif perpajakan bagi pasar modal. Namun, ia menegaskan, insentif tersebut hanya akan diberikan bila perilaku investor di pasar modal telah dibenahi.

“Tadi direktur bursa minta insentif terus, yang belum tentu saya kasih. Jadi saya bilang akan saya beri insentif kalau anda sudah merapikan perilaku investor di pasar modal. Artinya goreng-gorengan dikendalikan, supaya investor kecil terlindungi, baru saya pikir insentifnya,” pungkas Purbaya.

Gen Z Takeaway

OJK dan Kemenkeu lagi serius banget nih buat bikin pasar modal Indonesia makin sehat dan berkelanjutan. Mereka bakal bentuk tim kerja bareng buat beresin isu-isu penting di pasar modal, biar investor makin percaya dan aturan makin rapi.

Menkeu Purbaya juga janji bakal kasih insentif pajak asal perilaku “goreng-gorengan” saham dikendalikan dulu—alias stop bikin investor kecil jadi korban. Intinya, pemerintah pengin pasar modal kita nggak cuma rame, tapi juga beretika dan berdampak nyata buat ekonomi nasional.

Bursa Efek Indonesia kemenkeu Kementerian Keuangan Mahendra Siregar OJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pasar Modal Purbaya Yudhi Sadewa

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB