Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Bappenas Gandeng KADIN, PFI, dan IGCN Perkuat Kolaborasi RAN SDGs 2025–2030

astakom.com, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), dan Indonesia Global Compact Network (IGCN) menandatangani Nota Kesepahaman serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penyusunan dan implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) SDGs 2025–2030.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menekankan pentingnya langkah ini dalam menyelaraskan pembangunan nasional dengan Agenda 2030, program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dan Visi Indonesia Emas 2045.

“Indonesia hanya memiliki waktu lima tahun lagi menuju 2030 untuk menyelesaikan target SDGs. Konsultasi publik hari ini adalah kesempatan memastikan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjamin keadilan sosial dan kelestarian lingkungan,” ujarnya di Jakarta,  Rabu (27/8).

Tantangan Global dan Capaian Indonesia

Febrian menyoroti kondisi global yang menghambat pencapaian SDGs. Di kawasan Asia-Pasifik, keterlambatan diperkirakan mencapai 32 tahun dengan hanya 18 persen target yang berada di jalur yang benar. Meski begitu, Indonesia mencatatkan capaian positif dengan 61,4 persen indikator SDGs tercapai hingga 2024.

Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja bersama lintas sektor yang kini perlu diperkuat melalui transformasi lebih mendalam dan kolaborasi lebih luas. Forum Konsultasi Publik RAN SDGs 2025–2030 pun digelar dengan melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, filantropi, dan akademisi.

RAN SDGs 2025–2030: Inklusif dan Partisipatif

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menegaskan RAN SDGs 2025–2030 disusun secara partisipatif, inklusif, dan transparan.

“Dokumen ini selaras dengan RPJPN 2025–2045 serta RPJMN 2025–2029, sekaligus menegakkan prinsip Leave No One Behind agar pembangunan adil bagi seluruh rakyat,” jelas Leonardo.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan PKS tersebut juga memperkuat komitmen Bappenas dalam memimpin kolaborasi penguatan ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Wamen Febrian menegaskan, bahwa kerja sama lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mencapai target SDGs dan visi besar Indonesia Emas 2045.

“Keberhasilan kita bukan karena lebih hebat, tetapi karena memilih berjalan bersama. Tugas kita kini adalah memperkuat transformasi dan kolaborasi agar pembangunan Indonesia benar-benar inklusif, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Gen Z Takeaway

Jadi gini guys, Bappenas bareng KADIN, PFI, dan IGCN lagi serius nyusun RAN SDGs 2025–2030 buat ngejar target pembangunan berkelanjutan sebelum deadline 2030.

Intinya, Indonesia udah lumayan on track (61,4 persen tercapai), tapi masih butuh teamwork all out lintas sektor biar nyampe ke visi “Indonesia Emas 2045”. Pesannya simpel: growth boleh ngebut, tapi jangan ninggalin siapa pun di belakang

Feed Update

Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor

astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi...

Petani Pasuruan Happy! Pupuk Murah Kini Tersedia di Kopdes

astakom.com, Jakarta - Pupuk dengan harga murah kini bisa dibeli dengan mudah oleh Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebab...

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...