Bersatu Bangun Semangat Asta Cita, Indonesia Hadapi Tantangan Dinamika Global

Editor: Iwan Septiawan
Sabtu, 5 April 2025 | 00:24 WIB
Bersatu Bangun Semangat Asta Cita,  Indonesia Hadapi Tantangan Dinamika Global
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan paparan {presiden.go.id/Muchlis Jr}

astakom, Jakarta- Kabar mengejutkan menggema dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Rabu, 2 April 2025, mengumumkan pemberlakuan tarif bea masuk terhadap barang dari 180 negara. Kebijakan yang ia sebut Liberation Day Tariffs itu sontak memicu reaksi keras dari berbagai penjuru dunia—termasuk Tiongkok, Uni Eropa, dan Indonesia.

Seluruh mata kini tertuju pada Presiden Republik Indonesia. Di pundak Presiden Prabowo Subianto, tertumpu harapan lebih dari 280 juta lebih rakyat Indonesia. Bagaimana strategi Indonesia dalam merespons gejolak global ini? Mampukah negeri ini tetap tegak berdiri di tengah turbulensi perdagangan internasional?

Tarif Impor dan Tantangan Perdagangan Global Langkah agresif Trump—termasuk tarif 10 persen untuk seluruh barang impor dan tarif 34 persen bagi produk asal Tiongkok—menandai babak baru dalam perang dagang. Indonesia juga tak luput dari kebijakkan ini, menjadi salah satu negara yang terkena kebijakan tarif impor yang cukup besar yakni 32%. Dunia pun bergolak. Negara-negara yang bergantung pada ekspor, seperti Indonesia, menghadapi tantangan serius: harga barang bisa melonjak, daya beli melemah, dan ekspor bisa tertekan.

Dalam kondisi inilah, peran kepemimpinan yang strategis menjadi krusial. Presiden Prabowo tak hanya dituntut untuk merespons cepat, tapi juga merumuskan kebijakan jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di sinilah relevansi Asta Cita, delapan program prioritas pembangunan nasional, menjadi sangat penting.

Asta Cita: Strategi Menjawab Tantangan Dinamika Global 1. Memperkokoh Demokrasi Prabowo memastikan demokrasi tetap kokoh, salah satunya melalui UU TNI 2025 yang membatasi ruang gerak militer dalam ranah sipil. Stabilitas politik dijaga agar investor tetap percaya dan ekonomi nasional bisa tumbuh tanpa gangguan. 2. Memantapkan Pertahanan Dengan memperkuat TNI dan mendistribusikannya secara merata di seluruh NKRI, Prabowo mengirimkan pesan jelas: Indonesia siap menjaga kedaulatan di tengah ketidakpastian global. Keamanan adalah fondasi utama pelaksanaan pembangunan. 3. Kemandirian Pangan dan Energi Distribusi pupuk yang lancar, harga gabah yang wajar, pembangunan food estate, hingga kilang minyak baru—semuanya ditujukan agar Indonesia tak lagi bergantung pada impor pangan dan energi, sektor yang paling rentan terguncang saat tarif global naik. 4. Cipta Lapangan Kerja Program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan jutaan rumah, dan hilirisasi industri menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja. Ketika rakyat bekerja, daya beli terjaga—sebuah tameng alami dari gejolak eksternal. 5. Penguatan SDM Melalui program Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembentukan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan, Prabowo membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan kompetitif secara global. 6. Hilirisasi dan Industrialisasi Indonesia tak boleh selamanya menjadi eksportir bahan mentah. Dengan membentuk BPI Danantara dan mendorong investasi dalam negeri untuk delapan komoditas strategis, pemerintah menyiapkan lompatan industrialisasi demi nilai tambah yang lebih besar. 7. Desa Sejahtera Melalui koperasi dan program pemberdayaan masyarakat desa, uang berputar lebih banyak di desa. Pemerataan kesejahteraan pun bukan lagi sekadar impian. 8. Pemberantasan Korupsi Komitmen untuk bersih dari korupsi ditunjukkan dengan pembentukan badan pengawasan bagi aparat penegak hukum dan pengusutan kasus-kasus besar seperti mafia migas dan penyalahgunaan lahan. Kepercayaan publik dan investor terus dibangun.

Respon Terhadap Kebijakan Trump Dalam langkah strategis nasional, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Kabinet Merah Putih untuk mempercepat reformasi struktural dan deregulasi, khususnya dalam menghadapi tekanan tarif dan hambatan perdagangan non-tarif (Non-Tariff Barrier). Presiden Prabowo telah menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis & perbaikan struktural serta kebijakan deregulasi yaitu penyederhanaan regulasi dan penghapusan regulasi yang menghambat, khususnya terkait dengan Non-Tariff Barrier.

Gotong Royong adalah Kunci Tarif impor bukan semata soal angka. Ini ujian kemandirian, integritas, dan visi jangka panjang pembangunan untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Presiden Prabowo telah merumuskan fondasi lewat Asta Cita. Kini, tinggal bagaimana seluruh elemen bangsa bersatu, bergotong royong, dan meneguhkan tekad untuk tidak gentar menghadapi dunia. Di tengah dinamika global saat ini, Indonesia tak boleh gamang, hanya persatuan dan kerja sama adalah kunci utama untuk memastikan pembangunan bangsa tetap berjalan dengan baik demi kesejahteraan rakyat. Dengan strategi yang tepat dan semangat bersama, kita bisa tidak hanya bertahan, tapi melangkah lebih jauh—menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Salam Gen Asta Editor in Chief

Asta Cita Indonesia kata asta Prabowo

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB