Riset Dewan Ekonomi Nasional: Kondisi Ekonomi Terkini RI Kuat, Ada Warning Sign di Semester II
DEN menilai fundamental ekonomi RI masih kuat dan lebih baik dari 1998. Namun risiko perang global, rupiah melemah, dan inflasi tetap perlu diwaspadai.
DEN menilai fundamental ekonomi RI masih kuat dan lebih baik dari 1998. Namun risiko perang global, rupiah melemah, dan inflasi tetap perlu diwaspadai.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata enggak cuma memperbaiki gizi, tapi juga sukses bikin ekosistem ekonomi lokal makin stonks!
Pertamax naik jadi Rp16.250/liter dan Pertamax Green Rp17.000/liter mulai 10 Juni 2026. Sementara Pertalite, Biosolar, dan BBM lain tetap.
Pemerintah terus mendorong pelaksanaan program prioritas di sektor perumahan, antara lain pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Survei DEN di 800 titik menunjukkan Program MBG tak cuma bantu gizi anak, tapi juga dorong UMKM lokal, serap tenaga kerja, dan gerakkan ekonomi daerah.
PLN EPI bakal ubah limbah sawit jadi Bio-CNG untuk pasok listrik PLTGU Belawan. Langkah ini bantu tekan emisi, perkuat energi bersih, dan nilai tambah ekonomi
BI Rate yang naik bikin biaya pendanaan multifinance makin mahal. OJK minta perusahaan perkuat manajemen risiko dan kualitas pembiayaan.
BI naikkan BI Rate 25 bps jadi 5,5% untuk memperkuat stabilitas Rupiah, menjaga inflasi tetap terkendali, dan meningkatkan daya tarik investasi asing ke Indones
Pasar Jepang dan Korea Selatan kompak tertekan. Nikkei dan KOSPI anjlok, yen serta won melemah, sementara investor asing terus melakukan aksi jual.
Pasar keuangan Korea Selatan tertekan. KOSPI anjlok, won melemah ke level terendah sejak 2009, dan outflow modal asing terus berlanjut.
Indonesia dan Filipina sepakat barter senilai Rp6,29 triliun untuk kurangi ketergantungan dolar, hemat devisa, dan perkuat rantai pasok industri.
Harga TBS sawit petani terus tertekan. Pemerintah periksa 300 perusahaan dan Satgas Pangan usut dugaan kartel yang bikin harga tak kunjung naik.
Ekonomi RI makin solid! Pajak tumbuh 22,1%, surplus dagang lanjut 72 bulan, inflasi terjaga, dan investor asing mulai comeback ke pasar domestik.
APBN hingga Mei 2026 makin kuat. Daya beli warga tetap solid, penerimaan negara naik 19,1%, dan surplus primer kembali positif di Rp58,6 triliun.
Wakil Ketua Komisi XI DPR, Mohamad Hekal, menegaskan tak ada tenggat waktu khusus bagi BI mengembalikan nilai tukar rupiah ke level tertentu.
Kopdes Merah Putih terus bertambah di desa. Namun Alfamart menilai kehadirannya bukan ancaman, bahkan bisa saling melengkapi kebutuhan masyarakat.
BI dan pemerintah sepakat bikin investasi RI lebih menarik agar dana asing kembali masuk, likuiditas terjaga, dan rupiah tetap stabil di tengah tekanan global.
Menteri Maman mengatakan pemerintah akan menyalurkan Banpres Rp1,2 triliun untuk mendukung pemulihan pengusaha UMKM pasca-bencana Sumatera.
PP 20/2026 bikin pajak UMKM 0,5% lebih tepat sasaran. Celah pecah omzet ditutup, UMKM asli tetap dapat insentif, pengusaha besar tak bisa ikut menikmati.
Presiden Prabowo resmi atur ekspor batu bara, sawit, dan ferro alloy lewat Danantara. Skema satu pintu ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola ekspor.
Menkeu Purbaya menegaskan tidak ada kewajiban bagi WNI dengan tabungan di atas Rp3 miliar membeli Patriot Bond. Pemerintah memilih memberi insentif.
Pemerintah bersiap menaikkan HET Minyakita karena harga CPO dan sawit yang fluktuatif. Besaran kenaikan masih dikaji sambil menunggu harga stabil.
Pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Swiss dukung penuh aksesi Indonesia ke OECD dengan dana 3 juta euro serta kerja sama mineral kritis untuk memperkuat ekonomi dan reformasi tata kelola.
S&P Global kasih rating BBB/Stable/A-2 ke Danantara karena dinilai punya peran strategis dan peluang sangat besar mendapat dukungan pemerintah RI.