Harga Minyak Dunia Naik Hampir 3%, Tensi Timur Tengah Memanas Bikin Pasar Energi OVT

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 2 September 2026 | 02:08 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Hampir 3%, Tensi Timur Tengah Memanas Bikin Pasar Energi OVT
Harga Minyak Dunia Naik Hampir 3%, Tensi Timur Tengah Memanas Bikin Pasar Energi OVT [ilustrasi/AI]

astakom.com, Jakarta - Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan signifikan akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Lonjakan harga ini juga dipicu oleh eskalasi yang belum mereda di kawasan militer Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bikin overthinking terhadap jalur perdagangan energi global.

Pada perdagangan Selasa (01/09/2026), harga minyak mentah Brent naik 56 sen atau sebanyak 0,6 persen menjadi USD91,05 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS menguat 83 sen 1 persen ke posisi USD86,59 per barel.

Pada sesi sebelumnya, Brent dan WTI juga mencatatkan kenaikan signifikan masing-masing sebesar 2,7 persen dan 2,8 persen.

Pemicu tensi naik

Dikutip dari Reuters, ketegangan di Timur Tengah ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump sempat ngasih statemen akan melancarkan serangan balasan lanjutan ke Iran pascabentrokan langsung pada akhir pekan lalu. Disusul dengan potensi aksi balas dendam dari Iran. Impactnya kerusakan infrastruktur energi di sekitar Teluk meningkat dan ketidakpastian jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali membayangi.

"Kedua faktor inilah yang mendorong kenaikan harga minyak," kata analis pasar utama di KCM, Tim Waterer, dikutip dari Reuters pada Senin (01/09/2026).

Pasar khawatir

Berdasarkan data yang dihimpun astakom.com, eskalasi yang memicu lonjakan harga minyak nyaris menyentuh 3 persen pada perdagangan sebelumnya sebenarnya telah memasuki bulan keenam.  Ketegangan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Selanjutnya, dalam perdagangan intraday, harga Brent sempat menyentuh USD91,52 per barel, ini menjadi level tertinggi dari 25 Agustus lalu. Diketahui, situasi yang memanas ini merupakan respons Iran atas serangan terhadap Pulau Larak.

"Kami akan menghantam mereka dengan keras. Akan ada respons," kata Trump, seperti dikutip seorang reporter Fox News.

Cadangan minyak menipis

Kekhawatiran terhadap pasokan juga ikut meningkat dan bikin overthinking, apalagi setelah cadangan minyak dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS dilaporkan turun sekitar 3,1 juta barel pada pekan lalu menjadi 286,6 juta barel.

Saat ini, pelaku pasar dalam mode wait and see, mereka mencermati apakah ketegangan antara AS dan Iran bisa segera mereda. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Harga minyak dunia lagi gaspol naik karena pasar mulai waswas pasokan energi global terganggu akibat tensi AS-Iran yang kembali memanas. Brent naik 0,6% ke USD91,05 per barel dan WTI menguat 1% ke USD86,59, setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 3%. Ancaman serangan lanjutan, potensi gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, kerusakan infrastruktur energi, plus turunnya cadangan minyak AS bikin pasar makin mode wait and see. Intinya, selama tensi Timur Tengah belum adem, risiko harga minyak makin tinggi masih menghantui pasar.

harga minyak dunia naik harga minyak dunia Harga minyak eskalasi timur tengah

Infografis

Terkini