Capaian Sektor Energi Makin Positif, Bauran EBT Tembus 17,89%
astakom.com, Jakarta - Upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi di sektor ketenagalistrikan terus menunjukkan hasil yang real dan positif.
Hingga April 2026, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada pembangkit listrik sudah menyentuh angka 17,89 persen. Capaian ini sukses melampaui target tahun 2026 yang tadinya dipatok sebesar 16,46 persen.
Capaian yang valid ini disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, beberapa waktu lalu.
Transisi energi mulai terasa
Tri ngespill kalau kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional saat ini mencapai 108 GW. Dari total tersebut, sekitar 15 persen atau 16,26 GW sudah resmi disokong oleh pembangkit berbasis EBT.
"Kondisi ini memberikan harapan porsi EBT berada di jalur yang baik, meski bauran fosil dan keterbatasan pasokan gas masih menjadi isu yang perlu terus dibenahi," kata Tri dikutip astakom.com pada Senin (01/09/2026).
Pengembangan energi bersih terus digaspol
Kontribusi energi bersih ini ditopang oleh kombinasi pembangkit tenaga air, bioenergi, panas bumi, surya, dan angin. Nggak bisa dipungkiri, meskipun bauran energi terus digaspol, sistem kelistrikan nasional secara keseluruhan memang masih didominasi energi fosil.
Makanya, pengembangan energi bersih terus digaspol pemerintah demi mendukung target transisi energi nasional.
Pemerintah optimistis kalau pengembangan EBT yang konsisten ini bakal memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menyokong pencapaian target transisi energi dan pembangunan rendah karbon di Indonesia. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Transisi energi Indonesia mulai kelihatan hasilnya. Hingga April 2026, bauran EBT di pembangkit listrik tembus 17,89%, bahkan melampaui target 2026 sebesar 16,46%. Meski begitu, listrik nasional masih dominan fosil dan pasokan gas masih jadi PR, sehingga pemerintah terus ngegas pengembangan energi air, bioenergi, panas bumi, surya, dan angin buat memperkuat ketahanan energi sekaligus mengejar target rendah karbon.









