Kementerian ESDM Siapkan Rp27,37 Triliun di 2027, Gaspol Listrik Desa hingga Jargas

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 2 September 2026 | 06:01 WIB
Kementerian ESDM Siapkan Rp27,37 Triliun di 2027, Gaspol Listrik Desa hingga Jargas
Kementerian ESDM Siapkan Rp27,37 Triliun di 2027, Gaspol Listrik Desa hingga Jargas [Dok Kementerian ESDM]

astakom.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia spill proyek yang bakal di-gaspol kementeriannya dengan pagu anggaran Kementerian ESDM di RAPBN 2027 diperoleh di angka Rp27,37 triliun. Menurut Bahlil anggaran itu bakal lebih banyak diarahkan buat program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

Dari total pagu Rp27,37 triliun itu, sebanyak 82 persennya atau setara dengan Rp22,51 triliun dialokasikan buat program kerakyatan. Sedangkan sisanya, 12 persen dialokasikan untuk operasional Kementerian ESDM.

Hal itu dispill Bahlil di rapat kerja bareng Komisi XII DPR RI, kemarin Senin (31/08/2026).

"Anggaran kita Rp27,3 triliun, ini 82 persen kita alokasikan semua ke program rakyat. Kami anggaran operasional itu cuma beberapa persen, 12 persen saja. Semua kita bikin program pro rakyat dan infrastruktur, jadi tidak ada yang dimainin di bagian kita," kata Bahlil dalam keterangannya, dikutip astakom.com pada Selasa (01/09/2026).

Proyek jumbo 2027

Dalam kesempatan itu, Bahlil ngespill sejumlah proyek infrastruktur yang bakal jadi bagian dari program pembangunan di Kementerian ESDM pada 2027. Pertama, yaitu pembangunan jaringan gas rumah tangga atau jargas.

Proyek ini akan digarap dengan jumlah besar yakni menyasar untuk 959.232 sambungan rumah dengan anggaran fantastis yaitu sekitar Rp5,21 triliun.

Selanjutnya, anggaran jumbo juga digelontorkan buat pembangunan infrastruktur listrik desa. Pemerintah  siapin anggaran sebesar Rp9,67 triliun untuk pembangunan infrastruktur listrik desa pada 2027-2028 yang mencakup 1.250 lokasi.

Program listrik desa

Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) ini direncanakan menyasar 250 ribu rumah tangga dengan anggaran Rp593,18 miliar. Mengenai hal ini, Bahlil bilang kalau dirinya ngasih arahan supaya target itu naik jadi 400 ribu sampai 500 ribu rumah tangga.

"BPBL serta konsultan pengawas untuk 250.000 rumah tangga sebesar Rp593,18 miliar, saya tadi baru habis kasih arahan untuk BPBL-nya dinaikkan menjadi 400 sampai 500 ribu rumah tangga," kata Bahlil.

Nggak cuma itu, anggaran itu juga dialokasikan pemerintah buat program konversi motor listrik. Rencananya  konversi motor listrik ini akan menyesar ke sebanyak 63 ribu unit. Anggarannya sebesar Rp635,24 miliar dan untuk kompor listrik sebesar Rp815,56 miliar.

Pemerataan pembangunan sektor energi

Selain itu, anggaran juga diperuntukan buat program konverter kit untuk petani sebanyak 14 ribu paket dengan anggaran Rp158,50 miliar.

Bahlil tegaskan berbagai alokasi itu diarahkan buat memperluas akses energi sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan sektor energi buat masyarakat.

"Semuanya kita bikin program pro rakyat dan infrastruktur. Jadi tidak yang dimain-mainin di bagian kita. Urusan perjalanan dinas urusan rapat-rapat aneh terlalu banyak, kita perkecil. Ini bagian daripada menerjemahkan arahan Presiden," kata Bahlil. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pagu anggaran Kementerian ESDM di RAPBN 2027 mencapai Rp27,37 triliun, dengan 82% atau Rp22,51 triliun diarahkan ke program yang langsung menyentuh masyarakat. Bahlil menyebut anggaran ini bakal digas untuk berbagai proyek, mulai dari 959 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga, listrik desa di 1.250 lokasi, BPBL yang ditargetkan naik jadi 400–500 ribu rumah tangga, konversi 63 ribu motor listrik, hingga 14 ribu converter kit untuk petani. Intinya, pemerintah ingin belanja energi 2027 lebih terasa manfaatnya ke masyarakat sekaligus memperluas akses energi dan pemerataan pembangunan.

Kementerian ESDM Listrik Desa proyek ESDM 2027 RAPBN 2027 pagu anggaran jargas

Infografis

Terkini