Como Bantai Lens 9-1, Ukir Rekor Liga Champions
astakom.com, Jakarta — Hasil luar biasa di luar nalar tersaji di panggung elite sepak bola Eropa saat wakil Italia, Como 1907, melakoni laga tandang ke markas wakil Prancis, RC Lens, pada lanjutan matchday keempat fase liga UEFA Champions League 2026/2027. Bertanding di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk I Lariani tersebut berpesta gol dengan membantai tuan rumah lewat skor mencolok nan bersejarah, 9-1.
Kemenangan sensasional ini mengantarkan Como mencatatkan tinta emas dalam buku rekor Liga Champions modern. Tim asuhan pelatih Cesc Fabregas menjadi kesebelasan kedua dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir yang sanggup melesakkan delapan gol atau lebih dalam satu pertandingan Liga Champions, menyamai jejak torehan mentereng raksasa Jerman Bayern Munich saat menggasak Barcelona 8-2 pada 2020 dan melibas Dinamo Zagreb 9-2 pada 2024.
Lebih istimewa lagi, Como menorehkan rekor pembantaian tersebut di kandang lawan. Catatan statistik Opta mengonfirmasi bahwa Como menjadi tim kedua sepanjang sejarah Liga Champions yang sanggup melesakkan sembilan gol dalam sebuah laga tandang (away), menyamai pencapaian legendaris Feyenoord saat melumat Olympiakos Nicosia pada September 1971 silam atau sekitar 55 tahun lalu.
Pencapaian ini terbilang fenomenal mengingat klub milik pengusaha Indonesia tersebut berstatus debutan murni di Liga Champions musim ini, setelah baru memastikan tiket promosi ke kasta tertinggi Serie A Italia pada 2024. Tambahan tiga angka krusial melesatkan posisi Como merangsek naik ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Champions dengan raihan sembilan poin. Sebaliknya, Lens terjerembap ke urutan ke-33 dengan torehan tiga poin.
Dominasi babak pertama lewat brace Douvikas dan gol Nico Paz
Como langsung memegang kendali permainan dan memperlihatkan efektivitas serangan mematikan sejak sepak mula. Lini pertahanan Lens dibuat kocar-kacir oleh kombinasi operan pendek cepat anak-asuh Fabregas. Tim tamu sudah unggul nyaman 3-0 saat paruh pertama berakhir.
Penyerang asal Yunani, Anastasios Douvikas, menjadi momok utama barisan pertahanan tuan rumah dengan memborong sepasang gol (brace). Sementara itu, gelandang serang kreatif Nico Paz turut mencatatkan namanya di papan skor melalui penyelesaian dingin di kotak penalti guna melengkapi keunggulan telak Como hingga waktu turun minum.
Amukan enam gol tambahan babak kedua
Memasuki babak kedua, alih-alih mengendurkan tempo permainan, Como justru tampil kian buas dan mengamuk tanpa ampun. Tuan rumah Lens dipaksa memungut bola enam kali tambahan dari dalam gawang sendiri akibat gelombang gempuran sporadis I Lariani.
Deretan gelandang dan penyerang Como silih berganti mencetak gol ke jala Lens. Lucas Da Cunha, bek tangguh Marc-Oliver Kempf, talenta muda Mattia Liberali, pengatur serangan Martin Baturina, hingga Matteo Papaccioli masing-masing menyumbangkan satu gol.
Anastasios Douvikas kemudian menyempurnakan performa gemilangnya di laga ini dengan mencetak satu gol tambahan guna melengkapi torehan hattrick, sekaligus menggenapkan catatan assist impresifnya sepanjang pertandingan.
Lens hanya sanggup mengemas satu gol hiburan pelipur lara lewat sepakan Ruben Aguilar. Skor telak 9-1 bagi keunggulan Como 1907 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya duel, menandai malam paling kelam bagi Lens sekaligus malam paling bersejarah bagi klub berjuluk I Lariani di pentas dunia.
Daftar Kemenangan Besar Liga Champions Abad ke-21
05/11/2003: AS Monaco 8-3 Deportivo La Coruna06/11/2007: Liverpool 8-0 Besiktas08/12/2015: Real Madrid 8-0 Malmo FF22/11/2016: Borussia Dortmund 8-4 Legia Warsawa14/08/2020: Bayern Munich 8-2 Barcelona17/09/2024: Bayern Munich 9-2 Dinamo Zagreb05/11/2026: RC Lens 1-9 Como 1907. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Skor 9-1 di panggung Liga Champions bener-bener gak masuk akal, Como asuhan Cesc Fabregas resmi bikin dunia sepak bola gempar! Berstatus debutan UCL yang baru promosi ke kasta utama dua tahun lalu, tim milik Djarum Group ini tampil super kesurupan di kandang Lens. Anastasios Douvikas tampil bak monster lewat torehan hattrick, disusul Nico Paz, Baturina, Liberali, sampai Kempf yang kompak pesta gol. Menang tandang 9-1 dan samain rekor 55 tahun silam sejak era Feyenoord 1971, Como resmi nangkring di posisi ke-4 klasemen Liga Champions—this is pure cinema and absolute madness!









