Danantara Investment Management Catat Laba Rp705,73 Miliar di Awal 2026, Ini Sumber Duitnya

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 3 November 2026 | 18:32 WIB
Danantara Investment Management Catat Laba Rp705,73 Miliar di Awal 2026, Ini Sumber Duitnya
Danantara Investment Management Catat Laba Rp705,73 Miliar di Awal 2026, Ini Sumber Duitnya! [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - PT Danantara Investment Management (DIM), perusahaan investasi dari Danantara Indonesia, sukses bikin publik speechless lewat performa finansial yang gacor habis di empat bulan pertama tahun 2026.

Capaian Danantara ini membuktikan posisinya yang makin established di industri keuangan nasional dan global.

Berdasarkan laporan keuangan resmi yang dirilis ke Bursa Efek Singapura seusai penerbitan obligasi pada Selasa (03/11/2026), perusahaan negara ini berhasil mengamankan laba bersih periode berjalan hingga ratusan miliar rupiah.

Sumber pendapatan Danantara kuartal pertama 2026

Selama empat bulan pertama 2026, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih bernilai fantastis. Seluruh pundi-pundi pendapatan DIM pada periode ini murni berasal dari imbal hasil bunga atas investasi mereka pada instrumen deposito.

Perusahaan milik negara tersebut mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp705,73 miliar.

Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Singapura menyusul penerbitan obligasi yang dikutip pada Selasa (03/11/2026), DIM mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun. Pendapatan Danantara Investment Management semuanya berasal dari pendapatan bunga atas investasi pada deposito.

Postur beban dan pengeluaran operasional perusahaan

Meskipun meraup pendapatan tebal, DIM juga mengalokasikan dana operasional yang cukup masif untuk menyokong pengembangan organisasi dan ekspansi bisnis awal mereka. Di sepanjang kuartal I-2026, total beban operasional tercatat mencapai ratusan miliar, di mana alokasi utamanya terserap untuk biaya sumber daya manusia serta jasa konsultan atau tenaga ahli independen.

Sementara beban operasional di kuartal I-2026 mencapai Rp330,55 miliar dan beban keuangan Rp1 triliun. Beban operasional terkait dengan biaya karyawan Rp146,46 miliar dan biaya jasa tenaga ahli Rp137,54 miliar. Adapun beban keuangan terkait dengan penerbitan Patriot Bonds.

Di sisi lain, neraca non-operasional DIM terselamatkan oleh keuntungan selisih kurs (gain on foreign exchange) serta amortisasi dari penerbitan surat utang. Dari sisi non-operasional, DIM juga mencatatkan keuntungan atas selisih kurs senilai Rp306,02 miliar plus amortisasi atas keuntungan yang ditangguhkan terkait dengan penerbitan Patriot Bonds sebesar Rp644,23 miliar.

Arus kas operasional dan terbitnya patriot bonds

Gerak cepat DIM dalam mengalokasikan modal ke berbagai instrumen investasi jangka panjang membuat laporan arus kas operasional tercatat minus secara sementara. Langkah ini tergolong main character energy karena modal perusahaan diputar secara agresif ke portofolio obligasi dan penguatan entitas anak usaha (subholding).

Dari sisi arus kas, DIM mencatat arus dari aktivitas operasional negatif sebesar Rp15,89 triliun. Kondisi ini terjadi lantaran DIM menempatkan investasi pada obligasi Rp12,30 triliun serta investasi pada subholding Rp4,81 triliun.

Pada periode tersebut, DIM juga menerbitkan surat utang jangka panjang Patriot Bonds dengan emisi Rp7 triliun. Dengan begitu, terdapat penurunan kas dan setara kas sekitar Rp6,89 triliun.

Penerbitan instrumen Patriot Bonds ini diresmikan pada Maret 2026 dengan skema tenor jangka menengah dan panjang. Penerbitan Patriot Bonds tersebut dilakukan pada Maret 2026 dengan dua seri untuk tenor 5 tahun dan 7 tahun. Pembayaran kupon dilakukan setiap tahun dengan imbal hasil 2 persen per tahun.

Legalitas pembentukan dan tim ahli yang solid

Aksi korporasi yang melantai di bursa internasional membuat DIM menjaga keterbukaan informasi publik tingkat tinggi. Transparansi keuangan perusahaan telah divalidasi oleh auditor independen ternama dunia.

Laporan keuangan yang disampaikan DIM terkait dengan penerbitan Patriot Bonds di Singapura. Diketahui laporan keuangan juga udah diaudit secara independen oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Susanti dan Surja yang menjadi mitra Ernst & Young (EY).

Secara histori, DIM terhitung sebagai entitas baru yang terus bergerak lincah sejak resmi beroperasi komersial pada akhir kuartal IV-2025.

DIM merupakan perusahaan yang secara beroperasi secara komersial pada akhir Oktober 2025. Pembentukan DIM didasarkan pada UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN. Kegiatan DIM masih dalam tahap pengembangan awal, termasuk perekrutan karyawan kunci dan persiapan infrastruktur organisasi. Hingga 30 April 2026, jumlah pegawai DIM mencapai 118 orang. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Danantara Investment Management (DIM) berhasil mencatatkan laba bersih Rp705,73 miliar selama empat bulan pertama 2026, dengan pendapatan Rp1,09 triliun yang seluruhnya berasal dari bunga investasi deposito. Meski mencatatkan beban operasional dan keuangan cukup besar, DIM juga membukukan keuntungan dari selisih kurs serta amortisasi Patriot Bonds. Di sisi lain, arus kas operasional tercatat negatif Rp15,89 triliun karena perusahaan mulai mengalokasikan dana besar untuk investasi obligasi dan penguatan subholding. Sebagai perusahaan yang baru beroperasi sejak Oktober 2025, capaian ini menjadi gambaran awal kinerja DIM dalam membangun fondasi bisnis investasinya.

Danantara PT Danantara Investment Management (DIM) Laba Danantara

Infografis

Terkini