Investor Makin Kepincut! 101 Entitas Antre Garap Proyek PSEL Danantara

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 1 November 2026 | 06:32 WIB
Investor Makin Kepincut! 101 Entitas Antre Garap Proyek PSEL Danantara
Investor Makin Kepincut! 101 Entitas Antre Garap Proyek PSEL Danantara (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung)

astakom.com, Jakarta - Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik alias Waste-to-Energy di Indonesia makin hari makin bikin penasaran banyak pemain industri global maupun lokal. 

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mencatat antusiasme para investor terhadap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) terus menunjukkan peningkatan.

Tak sekadar wacana, lonjakan minat ini terlihat makin nyata dari deretan entitas yang antre buat ambil bagian. Anak usaha Danantara Investment Management yang bergerak di bidang pengelolaan sampah terintegrasi, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), melaporkan bahwa sudah ada 101 entitas yang berhasil lolos seleksi Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) hingga pelaksanaan tahap ketiga.

Angka ini jelas jadi pencapaian yang cukup mengejutkan sekaligus membuktikan kalau potensi energi hijau di Tanah Air emang no debat, aliat menarik banget.

Melonjak empat kali lipat

Kalau dibandingkan dengan penarikan berkas di awal, angka 101 entitas yang lolos ini mencatatkan kenaikan fantastis, yakni mencapai lebih dari empat kali lipat dari tahap pertama yang saat itu cuma diikuti oleh 24 entitas.

Penambahan jumlah peserta yang cukup masif ini mencerminkan betapa tingginya ketertarikan para pelaku usaha untuk ikut urun tangan dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.

Khusus pada seleksi DPT tahap ketiga saja, tercatat ada 26 entitas baru yang resmi dinyatakan lolos kualifikasi. Menariknya, dari puluhan entitas baru tersebut, sebanyak 16 entitas di antaranya merupakan bentuk konsorsium yang dipimpin langsung oleh perusahaan-perusahaan lokal. Hal ini membuktikan kalau industri dalam negeri enggak cuma jadi penonton, tapi siap tampil sebagai main character dalam transisi energi bersih.

Raksasa global antre masuk ekosistem hijau

Daya tarik proyek PSEL Indonesia ini ternyata juga sanggup menyedot perhatian dari mancanegara. Selain diramaikan oleh pelaku industri dalam negeri, sejumlah perusahaan global berskala besar yang berasal dari China, Jepang, Prancis, Singapura, Korea Selatan, India, hingga Hong Kong juga tercatat resmi masuk dalam daftar calon mitra.

Kolaborasi lintas negara ini diprediksi bakal makin memperkuat daya saing dan transfer teknologi dalam pengelolaan lingkungan nasional.

Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman menegaskan bahwa melesatnya jumlah peserta DPT ini menunjukkan bahwa antusiasme dunia usaha terhadap program PSEL makin berkembang pesat. Di saat yang sama, tren positif ini membuka ruang partisipasi yang jauh lebih luas bagi ekosistem industri dalam negeri.

"Bagi Denera, keberlanjutan proses ini merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pengolahan sampah menjadi energi yang terstruktur dan berkelanjutan di Indonesia dengan tata kelola yang baik," kata Fadli dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Sinergi teknologi dan pendanaan untuk eksekusi nyata

Sementara itu, Chief Operating Officer Denera Dimas Adi Wibowo menilai bahwa pengembangan skala besar seperti proyek PSEL tidak bisa digarap secara parsial, melainkan butuh kolaborasi solid dari berbagai pihak yang membawa kompetensi serta sumber daya berbeda.

Menurut Dimas, skema pembentukan konsorsium membuka peluang besar bagi perusahaan dalam negeri dan asing untuk saling melengkapi serta bekerja sama secara erat, mulai dari ranah penyediaan teknologi tingkat tinggi, penyediaan kapasitas pendanaan yang kuat, hingga kapabilitas eksekusi di lapangan.

Menurutnya kunci keberhasilan proyek PSEL ini tidak hanya bersandar pada adopsi teknologi modern semata, tetapi juga pada penerapan praktik bisnis yang sehat, kekuatan finansial yang matang, serta kemampuan eksekusi yang adaptif dan sesuai dengan karakteristik unik wilayah Indonesia.

Wadah kolaborasi strategis

Fyi, DPT merupakan wadah daftar entitas yang telah melalui proses penyaringan ketat dan berhak melanjutkan ke tahapan pengadaan proyek PSEL Denera berikutnya.

Setiap perusahaan yang berhasil masuk dalam DPT memiliki ruang terbuka untuk berpartisipasi, baik dalam kapasitas sebagai pengembang (developer) maupun sebagai pengelola fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Lewat seleksi DPT yang transparan dan kompetitif ini, Denera berkomitmen penuh untuk merajut ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir dengan merangkul pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra teknologi global, hingga para pelaku industri nasional. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Indonesia makin menarik perhatian investor. Buktinya, sudah ada 101 entitas yang lolos seleksi DPT Denera, melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahap pertama yang hanya diikuti 24 entitas. Menariknya, pemain lokal ikut mengambil peran besar, dengan 16 dari 26 entitas baru berbentuk konsorsium yang dipimpin perusahaan dalam negeri. 

Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Danantara BPI Danantara

Infografis

Terkini