Dampak El Nino 2026 Makin Terasa, BPS Sebut Kondisi Kekeringan Pertanaman Padi Lebih Parah Dibanding 2023

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 2 November 2026 | 18:06 WIB
Dampak El Nino 2026 Makin Terasa, BPS Sebut Kondisi Kekeringan Pertanaman Padi Lebih Parah Dibanding 2023
El Nino vs La Nina: Apa Bedanya dan Dampaknya buat Indonesia? (Ilustrasi/AI)

astakom.com, Jakarta - Fenomena iklim El Nino yang melanda tanah air sepanjang tahun 2026 terbukti memberikan tekanan yang cukup hebat terhadap sektor pertanian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bahwa dampak El Nino tahun ini mengganggu kondisi pertanaman padi secara lebih drastis jika disandingkan dengan peristiwa serupa pada tahun 2023 silam, menyusul terbatasnya pasokan air di berbagai wilayah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengonfirmasi bahwa berdasarkan data pemantauan meteorologi, intensitas El Nino periode ini memang terhitung lebih masif.

“Catatan kami dari BMKG, kondisi El Nino di tahun 2026 secara umum lebih kuat dibandingkan dengan El Nino di tahun 2023,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Senin (02/11/2026).

Luas pertanaman padi menyusut akibat kelangkaan air

Krisis air yang disebabkan oleh El Nino berdampak langsung pada penurunan aktivitas pertanaman padi nasional. BPS mencatat adanya kemerosotan luas pertanaman (standing crop) padi sebesar 3,1 poin persentase pada September 2026 apabila dibandingkan dengan posisi pada September 2023.

Ateng membeberkan bahwa wilayah-wilayah pertanian yang bergantung penuh pada pasokan air menjadi area yang paling terdampak oleh cuaca ekstrem ini.

“El Nino identik dengan kekeringan dan pada beberapa wilayah suplai airnya cukup kesulitan,” kata Ateng.

Tren lahan sawah bera melonjak menyusul terhentinya pengolahan lahan

Efek berantai dari mininya ketersediaan air juga terlihat dari meningkatnya proporsi lahan sawah yang dibiarkan bera yakni kondisi tanah sawah yang tidak diolah atau dibiarkan kosong seusai masa panen.

Fenomena meluasnya lahan bera ini menjadi indikator kuat bahwasanya para petani menghadapi kendala besar untuk memulai siklus tanam baru di tengah minimnya suplai air irigasi.

Sektor Hortikultura Turut Terancam Ketersediaan Irigasi

Tidak hanya berimbas pada tanaman pangan utama seperti padi, fenomena El Nino 2026 juga memberi tekanan pada budidaya komoditas hortikultura yang membutuhkan pasokan air secara konsisten.

Kendati demikian, BPS menggarisbawahi bahwa tingkat keparahan dampak sangat bergantung pada ketahanan infrastruktur irigasi di masing-masing daerah. Kawasan yang ditopang sistem irigasi teknis yang prima relatif lebih mampu bertahan dibandingkan wilayah pertanian yang mengandalkan curah hujan. (RaM)

Gen Z Takeaway

Fenomena El Nino 2026 ini beneran hard mode banget buat sektor pertanian kita sampai bikin luas tanam padi turun dan banyak sawah terpaksa dibiarkan bera (water crisis is real!). Ke depannya, perbaikan fasilitas irigasi dan penguatan mitigasi cuaca wajib banget diakselerasi biar ketahanan pangan lokal tetap stabil dan para petani gak keteteran hadapi perubahan iklim yang makin unpredictable.

El Nino Badan Pusat Statistik (BPS) Dampak El Nino El Nino Godzilla Fenomena El Nino Badan Pusat Statistik Kekeringan sawah kekeringan Mitigasi Kekeringan

Infografis

Terkini