Indonesia Jadi Pelopor Ulama Perempuan Dunia, Al-Azhar Kairo Sampai Berguru

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 3 November 2026 | 01:01 WIB
Indonesia Jadi Pelopor Ulama Perempuan Dunia, Al-Azhar Kairo Sampai Berguru
Indonesia Jadi Pelopor Ulama Perempuan Dunia, Al-Azhar Kairo Sampai Berguru! (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Kementerian Agama spill kalau Indonesia resmi jadi pelopor dunia dalam nyetak ulama perempuan lewat program kece, bahkan Al-Azhar Kairo sampai mau ikutan gabung program serupa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar baru saja nge-spill kabar membanggakan. Beliau bilang kalau Indonesia selangkah lebih maju dan resmi jadi pioneer global buat urusan pendidikan kader ulama perempuan.

Hal tersebut dibeberkan Menag waktu mengawali acara International Short Course 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Menag ngasih sorotan ke Education Program dari Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang udah sukses nyetak ulama perempuan kelas dunia. Program ini adalah kolaborasi bareng Universitas PTIQ Jakarta, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta LPDP Kemenkeu.

Al-Azhar Ikut Berguru

Kata Menag, PKUMI ini adalah satu-satunya institusi di planet ini yang fokus banget nyiapin ulama perempuan di jenjang magister sampai doktor secara terstruktur.

 "Indonesia menjadi pioneer global dalam menyelenggarakan pendidikan kader ulama perempuan secara terstruktur. Model yang kita kembangkan di PKUMI ini bahkan mendorong para akademisi dan ulama perempuan dari Mesir untuk datang berguru, karena mereka berniat mereplikasi program serupa di Universitas Al-Azhar, Kairo," tutue Menag di depan para peserta dan tamu undangan, dikutip oleh astakom pada Senin (2/11/2026).

Lompat ke AS & Mesir

Nggak cuma itu, kaderisasi di PKUMI juga makin glowing berkat jaringan akademik internasional. Saat ini, terdapat sekitar 100 mahasiswa PKUMI yang lagi sibuk riset di Amerika Serikat, plus puluhan lainnya ikutan program intensif langsung di Universitas Al-Azhar.

Gebrakan Fatwa Inklusif

Menag juga bilang kehadiran ulama perempuan yang tergabung di jaringan kayak KUPI sukses ngerombak mindset jadul yang tadinya cuma mandang perempuan sebagai objek doang. Buktinya, mereka sekarang expert banget dalam produksi pengetahuan agama dan ngerumusin hukum Islam yang relate abis sama realitas zaman now.

Lewat metodologi keren kayak mubadalah (kesalingan), keadilan hakiki, sampai maqasid al-shariah, para ulama perempuan ini mampu ngejawab isu-isu kontemporer tanpa merubah tradisi klasik yang ada.

"Proses regenerasi ulama perempuan di Indonesia memperkaya sudut pandang yang selama ini didominasi ulama laki-laki. Otoritas mereka dalam merumuskan fatwa dan panduan etis menjadikan khazanah keilmuan Islam jauh lebih utuh dan komprehensif," tegasnya.

Melihat dampak positif yang massive banget ini, Kemenag bakal all out ngasih dukungan afirmasi berkelanjutan. Menag ngajak semua pihak buat kolaborasi bareng mulai dari kampus, pesantren, media, sampai forum dialog antariman biar gaung ulama perempuan makin mendunia.

Ketua Panitia sekaligus Ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amelia Fauzia menambahkan kalau International Short Course 2026 ini bakal jalan dari tanggal 2 sampai 9 November 2026. Selama seminggu lebih, para peserta bakal digembleng lewat kuliah, diskusi seru, sampai field trip.

Live di Pesantren Cirebon

Puncak keseruannya, para peserta dan peneliti internasional bakal staycation alias nginep langsung di Pesantren Kebon Jambu, Cirebon, buat ngerasain 100% vibe tradisi keilmuan dan kepemimpinan ulama perempuan di tengah masyarakat.

"Kami ingin mengajak peserta memahami bagaimana ajaran Islam ditafsirkan dan diwujudkan dalam aksi nyata, mulai dari penegakan keadilan gender, bina damai (peacebuilding), hingga pelestarian lingkungan," ungkap Amelia.  

Sementara itu, Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Ali Munhanif, ngasih stempel positif buat kolaborasi lintas lembaga dan negara ini. Ia kagum banget sama konsistensi Menag yang dari dulu support pembaharuan pemahaman agama soal hak-hak perempuan.

"Program ini memberikan kesempatan bagi peserta mancanegara untuk menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi pesantren dan masyarakat Muslim tradisional di Indonesia mampu merawat khazanah klasik sekaligus memegang teguh komitmen kesetaraan di ruang publik," ucap Ali Munhanif. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Proof nyata kalau Islam di Indonesia itu next level dan adil gender! Lewat keberadaan ulama perempuan, cara pandang keagamaan kita nggak lagi patriarki atau kaku, tapi makin solutif merespons isu kekinian. Flexing paling keren tahun ini: institusi setingkat Universitas Al-Azhar Kairo aja sampai terinspirasi dan mau belajar dari skema pendidikan kaderisasi Indonesia. Time to respect and support women empowerment di ranah ilmu agama!

PKUMI Al Azhar Kairo Mesir Kemenag

Infografis

Terkini