PSV Bantai Willem II 7-0, Nathan Tjoe-A-On Bikin Blunder
astakom.com, Jakarta — Hasil memilukan harus diterima pemain Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, saat memperkuat Willem II Tilburg dalam lanjutan pekan ke-11 Liga Belanda (Eredivisie) 2026/2027. Bertandang ke markas tim raksasa PSV Eindhoven di Philips Stadion, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB, Willem II dibantai tanpa ampun dengan skor mencolok 0-7.
Dalam laga tersebut, Nathan dipercaya tampil sebagai starter dan bermain penuh selama 90 menit oleh pelatih Willem II. Mengisi pos bek kanan dalam skema formasi bertahan 5-4-1, pemain serbabisa berusia 24 tahun itu harus berjibaku menahan gempuran masif tuan rumah sebelum akhirnya melakukan satu kesalahan fatal di penghujung babak kedua yang berujung pada gol penutup PSV.
Kemenangan telak ini membawa PSV melesat ke peringkat kedua klasemen sementara Eredivisie dengan raihan 23 poin. Sebaliknya, hasil kelam ini semakin membenamkan Willem II di dasar klasemen liga, di mana mereka baru mampu mengoleksi dua poin dari 11 pertandingan yang telah dimainkan.
Dominasi mutlak PSV dan dua gol di babak pertama
Sejak menit awal pertandingan, PSV Eindhoven yang berjuluk Boeren langsung mengurung pertahanan berlapis Willem II. Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Mauro Junior. Berawal dari bola muntah hasil sapuan barisan pertahanan Willem yang tidak sempurna, Mauro Junior langsung menyambar bola liar dengan sepakan mendatar bertenaga yang merobek jala gawang tim tamu.
Tekanan tanpa henti PSV kembali membuahkan hasil jelang berakhirnya paruh pertama. Memanfaatkan kemelut di muka gawang dari jarak dekat, gelandang serang Guus Til memperdaya kiper Willem lewat sontekan tumit (back heel) berkelas, membawa PSV unggul 2-0 hingga turun minum.
Pesta gol paruh kedua dan eror fatal Nathan Tjoe-A-On
Memasuki babak kedua, Willem II sepenuhnya kehilangan kendali pertandingan seiring gelombang serangan cepat yang dilancarkan PSV. Pada menit ke-50, Sven Mijnans memperlebar keunggulan menjadi 3-0 lewat tembakan first time akurat. Hanya berselang tiga menit, Ruben van Bommel membawa PSV menjauh 4-0 usai menuntaskan umpan silang matang Mijnans dengan sundulan terarah.
PSV kembali berpesta di sepertiga akhir laga. Menit ke-73, pemain pengganti Esmir Bajraktarevic mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan yang disundul masuk oleh Ricardo Pepi untuk mengubah skor menjadi 5-0. Empat menit kemudian, giliran legiun asal Jepang Kodai Sano yang mencatatkan namanya di papan skor guna mengantar PSV memimpin 6-0.
Malam buruk lini belakang Willem II disempurnakan oleh blunder yang dibuat Nathan Tjoe-A-On pada menit ke-81. Berupaya memotong laju bola di dalam area pertahanan, blok yang dilakukan Nathan tidak sempurna sehingga bola terlepas dan bergulir bebas di kotak penalti. Shuryjano Cornecion langsung menyambar bola liar tersebut dengan tembakan keras yang memastikan kemenangan telak PSV menjadi 7-0 hingga wasit meniup peluit panjang.
Kendati menelan kekalahan telak dan membukukan satu eror berujung gol, Nathan tercatat menunjukkan daya juang spartan di atas lapangan. Sepanjang 90 menit bermain, ia membukukan empat kali sapuan, satu kali blokade tembakan, serta memenangi lima dari delapan duel perebutan bola di sektor pertahanan.
Susunan pemain
- PSV Eindhoven: Matej Kovar, Sergino Dest, Lutsharel Geertruida, Armando Obispo, Yarek Gasiorowski; Kodai Sano, Mauro Junior; Ivan Perisic, Guus Till, Ruben van Bomel, Sven Mijnans.
- Willem II Tilburg: Maxime Delanghe, Nathan Tjoe-A-On, Maxim Dekker, Mats Lemmens, Finn Stam, Hidde ter Avest; Vito van Crooij, Annass Zarrouk, Calvin Twigt, Uriel van Alst; Devin Haen. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Hari apes bener-bener gak ada di kalender buat Nathan Tjoe-A-On dan Willem II! Niat hati pasang taktik parkir bus 5-4-1 di Philips Stadion, timnya malah kena bantai habis-habisan tujuh gol tanpa ampun sama PSV Eindhoven. Nathan sebenernya udah mati-matian duel dan sapu bola sepanjang laga, tapi nasib apes dateng di menit ke-81 pas gagal blok bola dengan mulus yang langsung disamber Cornecion jadi gol ketujuh. Pelajaran mentalitas berharga banget buat Nathan di kasta tertinggi Belanda biar bisa cepet bangkit dari dasar klasemen!









