Jelang Libur Nataru 2026/2027, Kemenhub Siapkan Pemeriksaan 2.140 Kapal

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 1 November 2026 | 17:02 WIB
Jelang Libur Nataru 2026/2027, Kemenhub Siapkan Pemeriksaan 2.140 Kapal
Jelang Libur Nataru 2026/2027, Kemenhub Siapkan Pemeriksaan 2.140 Kapal [Dok. Kemenhub]

astakom.com, Jakarta – Kesiapan transportasi laut menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) mulai dimatangkan pemerintah. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan pemeriksaan kelaiklautan terhadap 2.140 kapal guna memastikan armada memenuhi persyaratan keselamatan sebelum melayani perjalanan masyarakat selama periode akhir tahun.

Melansir ketrangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dikutip pada Minggu (01/11/2026), pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–30 November 2026. Persiapan Angkutan Laut Nataru juga mencakup optimalisasi armada dan trayek, stimulus diskon tarif, rencana tiket gratis, serta penguatan pelayanan di pelabuhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi hal utama yang harus dipastikan sebelum kapal beroperasi. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kesiapan kapal, awak, sistem pemuatan, hingga kelengkapan peralatan keselamatan.

“Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Melalui uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal, kami memastikan aspek keselamatan kapal, pengawakan, pemuatan, serta perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama sebelum kapal beroperasi,” jelas Samsuddin.

Pemeriksaan 2.140 kapal berlangsung selama November

Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026, sebanyak 2.140 kapal masuk dalam sasaran pemeriksaan kelaiklautan. Jumlah tersebut terbagi ke dalam enam kategori armada dengan rincian sebagai berikut:

  • 511 kapal penumpang.
  • 63 kapal Ro-Ro jarak jauh.
  • 460 kapal Ro-Ro penyeberangan.
  • 162 kapal tradisional.
  • 821 kapal wisata.
  • 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC).

Jika dijumlahkan, seluruh kategori tersebut tepat mencapai 2.140 kapal sesuai data Ditjen Perhubungan Laut.

Pemeriksaan tidak hanya melihat kondisi fisik kapal, tetapi juga mencakup berbagai persyaratan operasional dan keselamatan. Aspek yang diperiksa meliputi pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak kapal, kesehatan penumpang, status hukum kapal, serta penerapan manajemen keselamatan dan keamanan.

Petugas juga akan memastikan perlengkapan keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, dan pengendalian kapasitas penumpang tersedia sesuai ketentuan. Kesiapan kapal dalam menghadapi kondisi cuaca buruk turut menjadi perhatian untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama pelayaran.

Khusus kapal wisata, pemeriksaan direncanakan dilakukan secara langsung sebelum kapal beroperasi sebagai bagian dari persyaratan pengajuan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Kapasitas penumpang yang diizinkan juga harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan di lapangan.

Fasilitas pelabuhan dan e-ticketing ikut diperkuat

Selain memastikan kelaiklautan kapal, Kemenhub turut menyiapkan peningkatan kualitas pelayanan di terminal penumpang pelabuhan. Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian mencakup area tiket dan check-in, layanan informasi dan pengaduan, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, toilet termasuk toilet difabel, hingga ruang menyusui.

Penerapan tiket elektronik atau e-ticketing pada kapal penumpang juga menjadi bagian dari persiapan. Sistem tersebut diharapkan membantu proses pemeriksaan tiket lebih tertata sekaligus mengendalikan alur pergerakan penumpang di kawasan pelabuhan.

Dari sisi operasional, kesiapan armada dan prasarana penyeberangan juga diperhatikan, terutama pada lintasan yang berpotensi mengalami peningkatan kepadatan selama periode libur akhir tahun.

Tiga rute alternatif Jawa–Bali masuk kajian

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam persiapan Angkutan Laut Nataru adalah lintasan Jawa–Bali, khususnya penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang berpotensi menghadapi kepadatan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Ditjen Perhubungan Laut tengah mengkaji tiga opsi rute alternatif, yaitu:

  • Jangkar–Celukan Bawang.
  • Tanjung Wangi–Celukan Bawang.
  • Jangkar–Padang Bai.

Samsuddin menjelaskan bahwa penerapan jalur alternatif tersebut belum dapat dilakukan begitu saja. Kesiapan dermaga, ketersediaan kapal, dukungan operasional, serta hasil koordinasi dan penetapan lebih lanjut masih harus menjadi pertimbangan.

Melalui berbagai persiapan tersebut, Ditjen Perhubungan Laut berharap penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru 2026/2027 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar. Pemeriksaan kelaiklautan kapal serta peningkatan pelayanan pelabuhan menjadi bagian dari upaya memastikan perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun tetap memperhatikan aspek keselamatan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Menjelang Nataru 2026/2027, ada 2.140 kapal yang masuk dalam rencana pemeriksaan kelaiklautan oleh Ditjen Perhubungan Laut. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung sepanjang November, dengan pengecekan mulai dari kondisi kapal, perlengkapan keselamatan, hingga kapasitas penumpang. Tidak hanya armada, fasilitas pelabuhan dan tiga opsi rute alternatif Jawa–Bali juga masuk dalam persiapan agar perjalanan laut selama libur akhir tahun bisa berlangsung lebih aman dan tertib.

Nataru Nataru 2026/2027 Libur Nataru Libur Nataru 2026/2027 Jelang Nataru 2026/2027

Infografis

Terkini